Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: MI/SUSANTO
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: MI/SUSANTO

Bahlil Kunjungi Tiga Negara Rayu Investor Masuk Indonesia

Ekonomi investasi bkpm ekonomi indonesia
Antara • 20 November 2019 14:03
Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia akan berkeliling ke sejumlah negara mulai dari Tiongkok, Korea Selatan, hingga Jerman guna merayu dan meyakinkan para investor untuk masuk ke Indonesia. Langkah itu diharapkan memberi efek terhadap masuknya arus investasi dan berdampak terhadap perekonomian.
 
Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo mengatakan kunjungan kerja Bahlil Lahadalia akan berlangsung pada 20-29 November 2019. "Kepala BKPM akan meyakinkan calon investor di Tiongkok dan Korea Selatan," katanya, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 20 November 2019.
 
Rizal mengatakan Bahlil akan berjumpa dengan pengusaha setempat secara one-on-one di Beijing, Tiongkok pada 20-22 November 2019. Setelah itu, Sabtu 23 November, Kepala BKPM akan bertemu sejumlah investor di Seoul, Korea Selatan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Minggu hingga Selasa, Bahlil akan berada di Seoul dan Busan, Korea Selatan. Selama tiga hari, ia akan bergabung dengan rombongan Presiden Joko Widodo dan para menteri lainnya untuk mengikuti Forum ASEAN-Republic of Korea CEO Summit di Busan.
 
"Kepala BKPM juga direncanakan akan meneken nota kesepahaman dengan Hyundai Motor Company (HMC) di kompleks pabrik Hyundai yang berlokasi di Ulsan, Korea Selatan," kata Rizal.
 
Selanjutnya, pada Rabu hingga Sabtu, Bahlil akan bertolak ke Munich, Jerman, di mana ia bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan melakukan one-on-one meeting dengan perusahaan asal Jerman BASF dan VW Wolfsburg.
 
Rizal menuturkan, upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengantispasi ancaman gejolak dan instabilitas yang sedang terjadi di beberapa negara tujuan investasi utama. Misalnya, di Amerika Latin ada masalah di Meksiko, Bolivia, dan Venezuela. Hong Kong juga tengah menghadapi gejolak, demikian pula Eropa yang masih dibayangi masalah Brexit.
 
"Jepang dan Singapura menghadapi ancaman resesi. Ada juga ancaman negative rate pada sektor keuangan di negara-negara maju itu. Bapak Kepala BKPM mengatakan bahwa ini adalah peluang. Saatnya Indonesia meningkatkan daya saingnya menarik dana-dana investasi dari negara-negara tersebut. Kita rayu masuk ke Indonesia," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif