Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

BI Ramal Januari 2019 Inflasi 0,5%

Ekonomi inflasi bank indonesia
Husen Miftahudin • 18 Januari 2019 16:21
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memperkirakan perkembangan harga pada Januari 2019 terjadi inflasi sebesar 0,5 persen secara bulan ke bulan alias month on month (mom). Perkiraan bank sentral terhadap inflasi berdasarkan survei pemantauan harga (SPH) hingga pekan ketiga Januari 2019.
 
"Berdasarkan SPH yang kami lakukan berbagai daerah sampai minggu ketiga, estimasi kita inflasi Januari itu adalah 0,5 persen mtm. Sementara year on year-nya (yoy) itu 3,0 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di kompleks perkantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 18 Januari 2019.
 
Pengerek inflasi, jelas Perry, berasal dari kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan nasional. Di antaranya bawang merah, daging ayam ras, dan tomat sayur. Kenaikan harga juga terjadi pada emas dan perhiasan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, tegas dia, sebagian besar harga-harga komoditas terkendali. Pasokan bahan pangan pun tersedia sehingga perkembangan harga-harga secara nasional di Januari 2019 stabil.
 
"Secara keseluruhan bahwa inflasi tetap rendah dan terkendali," tegas Perry.
 
Perry yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yakin inflasi di 2019 berada pada titik tengah sasaran kisaran 3,5 plus minus satu persen. "Insyaallah perkembangan ini, berkoordinasi dengan pusat dan daerah, inflasi bisa di bawah 3,5 persen," pungkas Perry.
 
Bila dibandingkan dengan perkembangan harga sepanjang Desember 2018, inflasi Januari 2019 masih lebih rendah. Di Desember 2018, inflasi tercatat sebesar 0,62 persen.
 
Di Desember 2018, penyebab inflasi terbesar terjadi pada bahan makanan sebesar 1,45 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,29 persen. Kenaikan harga terjadi pada bahan makanan seperti telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, dan beras.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif