Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Kenaikan Tiga Harga Komoditas Tekan Inflasi Jatim

Ekonomi inflasi bps
Amaluddin • 03 Mei 2019 10:13
Surabaya: Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi di wilayahnya selama April 2019 naik ke 0,41 persen. Kenaikan inflasi ini didorong kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) di delapan kota di Jatim menjadi 134,80, ataudari 134,24.
 
"Penyebabnya karena adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas di pasaran. Inflasi April 2019 ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan yang sama di 2018 sebesar 0,18 persen," kata Kepala BPS Jatim Teguh Pramono, di Surabaya, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Sepanjang April 2019, kata Teguh, lima dari tujuh kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dan dua kelompok sisanya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi adalah kelompok Bahan Makanan sebesar 1,50 persen, diikuti kelompok Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,40 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau sebesar 0,19 persen, kelompok Kesehatan sebesar 0,19 persen, dan kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar sebesar 0,04 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sementara dua kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok sandang sebesar 0,14 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,002 persen," kata Teguh.
 
Menurut Teguh, ada tiga komoditas utama yang mendorong terjadinya inflasi pada April 2019 di Jatim, yakni bawang putih, bawang merah, dan tomat sayur. Tingginya permintaan bawang putih, tidak dapat diimbangi oleh pasokan yang cukup di pasaran. "Inilah yang membuat harga bawang putih mengalami peningkatan, dan menjadi komoditas utama pendorong inflasi di Jatim," ujarnya.
 
Selain itu, kata Teguh, minimnya pasokan komoditi di Jatim, lantaran belum memasuki masa panen atau di luar masa panen. Sementara itu, faktor cuaca yang sering terjadi hujan menyebabkan harga sayuran seperti tomat juga mengalami kenaikan. "Memang banyak petani yang mengalami gagal panen di Jatim, karena musim hujan," ujarnya.
 
Teguh menambahkan, ada beberapa komoditas yang menjadi penghambat terjadinya inflasi pada April 2019 di Jatim, yakni beras, daging ayam ras, dan tarif listrik. Seperti bulan sebelumnya, beras masih menjadi komoditas utama penghambat inflasi. Pada April, harga beras masih mengalami penurunan.
 
"Komoditas lain yang mengalami penurunan harga adalah daging ayam ras. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pasokan sementara permintaan tidak terlalu banyak. Per 1 Maret 2019, tarif listrik mengalami penurunan untuk pelanggan Rumah Tangga Mampu golongan R-I 900 VA. Hal ini membuat tarif listrik menjadi salah satu komoditas yang menahan laju inflasi April 2019," kata Teguh.
 
Teguh mengungkapkan penghitungan angka inflasi di delapan kota IHK di Jatim selama April 2019, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jember, yaitu mencapai 0,45 persen. Kemudian diikuti Malang dan Surabaya sebesar 0,44 persen, Madiun sebesar 0,41 persen, Sumenep sebesar 0,37 persen, Kediri sebesar 0,36 persen, Probolinggo sebesar 0,19 persen, dan Banyuwangi sebesar 0,15 persen.
 

(AHL)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif