Kepala BPS Suhariyanto (tengah). (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Kepala BPS Suhariyanto (tengah). (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Ekonomi RI Tumbuh 5,07% di Kuartal I

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia
Desi Angriani • 06 Mei 2019 12:15
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 sebesar 5,07 persen (year on year). Angka ini tumbuh tipis dibanding pertumbuhan ekonomi kuartal I 2018 yang sebesar 5,06 persen.
 
Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 ditopang oleh lapangan usaha jasa perusahaan sebesar 10,36 persen diikuti jasa lainnya sebesar 9,99 persen. Sementara dari sisi pengeluaran dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 2,75 persen yang diikuti komponen PMTB sebesar 1,65 persen.
 
"Ekonomi Indonesia triwulan I-2019 tumbuh 5,07 persen secara yoy, meningkat dibanding capaian triwulan I-2018 yang sebesar 5,06 persen," katanya dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suhariyanto mengungkapkan harga komoditas migas dan nonmigas di pasar internasional yang mengalami penurunan sebesar 11,7 persen turut berkontribusi terhadap angka pertumbuhan ekonomi.
 
Begitu pula pertumbuhan perekonomian global sejumlah negara yang memiliki mitra dagang dengan Indonesia. Dari lima mitra dagang besar Indonesia, sebanyak tiga negara yakni Singapura, Tiongkok, dan Korea mengalami perlambatan.
 
Namun demikian, kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak terhadap Indonesia lantaran sepanjang kuartal I-2019 tingkat inflasi masih terjaga.
 
"Bisa dilihat negara maju kecuali AS mengalami perlambatan, negara emerging market bervariasi dan juga mengalami perlambatan. Tapi Indonesia ekonominya masih tumbuh lebih baik," ungkapnya.
 
Adapun ekonomi Indonesia triwulan I-2019 terhadap triwulan sebelumnya turun sebesar 0,52 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa lapangan usaha.
 
Sementara dari sisi pengeluaran, penurunan melibatkan antara kontraksi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah, Pembentukan Modal Tetap Bruto, dan Ekspor.
 
Secara spasial, struktur ekonomi Indonesia didominasi kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yaitu sebesar 59,03 persen.
 
Diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,36 persen, Pulau Kalimantan sebesar 8,26 persen, dan Pulau Sulawesi sebesar 6,14 persen, serta Bali dan Nusa Tenggara sebesar 3,02 persen. Sementara kontribusi terendah diberikan oleh kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif