Ilustrasi dana pemulihan ekonomi nasional - - Foto: MI/ Rommy Pujianto
Ilustrasi dana pemulihan ekonomi nasional - - Foto: MI/ Rommy Pujianto

Pencairan Insentif Korporasi Lamban, Pemerintah Kebut Penyaluran Anggaran PEN

Ekonomi RAPBN 2020 Stimulus Ekonomi Imbas Korona Pemulihan Ekonomi Nasional
Annisa ayu artanti • 06 November 2020 19:15
Jakarta: Pemerintah masih optimistis serapan anggaran Program Ekonomi Nasional (PEN) dapat terserap optimal meski serapannya baru mencapai Rp366,86 triliun. Hingga 2 November 2020, realisasi penyerapan anggaran baru 52,8 persen dari pagu yang sebesar Rp695,2 triliun.
 
Berdasarkan bahan paparan Satgas PEN yang dikutip Medcom.id, Jumat, 6 November 2020, program-program yang paling cepat terserap yakni program perlindungan sosial dan UMKM. Progres penyerapan masing-masing program tersebut adalah 86,51 persen dan 75,81 persen dari pagu anggaran sebesar Rp203,9 triliun dan Rp123,47 triliun.
 
Kemudian disusul program kesehatan sudah mencapai 35,57 persen, program insentif usaha mencapai 29,43 persen, dan program untuk sektoral kementerian-lembaga mencapai 28,51 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara untuk program pembiayaan korporasi hingga 2 November 2020 belum ada perkembangan alias nol persen. Dari pagu anggaran sebesar Rp53,6 triliun, belum ada korporasi yang menggunakan insentif tersebut.
 
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu pernah menyinggung realisasi insentif bagi korporasi memang sangat lamban. Namun, dalam dua bulan terakhir pemerintah akan mempercepat serapan anggaran tersebut.

 
"Ini akan cukup akseleratif di dalam sisa dua bulan dari  2020," kata Febrio.
 
Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin pun berupaya mengebut penyerapan PEN sekitar Rp170 triliun-Rp180 triliun dalam sisa waktu kurang dari dua bulan.
 
"Kita masih ada sisa dua bulan lagi, kalau bicara dengan teman-teman di Kementerian Keuangan, Desember-nya tidak penuh karena selesai di minggu kedua, kita berusa menyalurkan sisanya," ucap Budi.
 
Adapun program yang diyakini mampu menyerap seratus persen dana PEN adalah program perlindungan sosial di bawah Kementerian Sosial.
 
"Saya terimakasih Pak Mensos (Juliarti Batubara) karena Kemensos sudah hampir pasti terserap 100 persen anggarannya. Malah bisa jadi paling cepat dan pertama menyerap seluruh anggaran," ungkap Budi.
 
Untuk mengebut penyerapan program pembiayaan korporasi yang masih rendah, Budi menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta Kementerian keuangan.
 
"Memang insentif korporasi ini agak alot. Jadi, sejak diluncurkan (awal Mei 2020) kita lihat bahwa proses pencairannya agak alot," kata Budi.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif