Ajang Internasional Diragukan Mampu Dorong Ekonomi RI

Eko Nordiansyah 08 Agustus 2018 15:41 WIB
ekonomi indonesia
Ajang Internasional Diragukan Mampu Dorong Ekonomi RI
Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati (Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo).
Jakarta: Institute for Development of Economic and Finance (Indef) meragukan ajang internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia akan mampu mendorong perekonomian. Pasalnya pelaksanaan beberapa kegiatan tingkat Asia maupun dunia hanya akan memberi dampak pada perekonomian daerah penyelenggara.

Pada pertengahan bulan ini, Indonesia akan menjadi ajang olahraga se-Asia yaitu Asian Games yang akan dipusatkan di Jakarta dan Palembang. Sementara pada Oktober, Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bali.

"Karena Asian Games itu coverage-nya lebih ke Jakarta dan Palembang dan IMF-World Bank itu di Bali. Sementara ini kita bicara nasional, seluruh Indonesia," kata Direktur Indef Enny Sri Hartati di Kantor Indef, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Agustus 2018.

Dirinya menambahkan pertumbuhan ekonomi kuartal II yang di luar ekspektasi akan sulit terulang lagi pada kuartal-kuartal selanjutnya. Apalagi secara historis dalam lima tahun terakhir pertumbuhan ekonomi kuartal II merupakan yang paling tinggi namun setelahnya akan mengalami penurunan.

Untuk itu, Enny menyarankan agar pemerintah berupaya meningkatkan investasi yang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan industri. Selama kuartal II investasi mengalami perlambatan pertumbuhan dengan hanya 5,87 persen dari kuartal sebelumnya sebesar 7,95 persen.

"Yang menjadi kekhawatiran kami adalah ketika sumber pertumbuhan di kuartal II hanya diberikan oleh sektor-sektor ekonomi konsumtif. Apalagi kalau kita lihat, daya penopang, atau stimulus dari sisi belanja pemerintah ini sudah all out. Artinya hampir semua anggaran yang sifatnya stimulus perekonomian sudah dikeluarkan pada kuartal II," jelas dia.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2018 sebesar 5,27 persen secara year on year. Secara kuartalan (qtq) pertumbuhan ekonomi periode tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 4,21 persen.

Secara kumulatif, ekonomi pada semester I-2018 mengalami pertumbuhan 5,17 persen dibandingkan pertumbuhan ekonomi di semester I-2017. Pencapaian ini diharapkan mampu menopang target pertumbuhan ekonomi tahun ini.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id