Perry Warjiyo (tengah) usai dilantik jadi Gubernur BI. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Perry Warjiyo (tengah) usai dilantik jadi Gubernur BI. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Prioritas Jangka Pendek, Perry Janji Stabilkan Rupiah

Ekonomi bank indonesia rupiah menguat
Eko Nordiansyah • 24 Mei 2018 13:24
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berjanji menstabilkan nilai tukar rupiah dalam waktu dekat. Sampai saat ini rupiah masih tertekan sehingga bank sentral akan memperkuat upaya stabilisasi nilai tukar rupiah melalui berbagai kebijakan.
 
"Prioritas saya di BI, dalam jangka pendek adalah memperkuat langkah-langkah untuk bisa menstabilkan nilai tukar rupiah. Itu prioritas dalam jangka pendek," kata dia usai pelantikan di Gedung Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis, 24 Mei 2018.
 
Dirinya menjelaskan tekanan terhadap nilai tukar rupiah lebih banyak karena faktor eksternal. Padahal Perry mengakui ekonomi domestik dalam kondisi baik, salah satunya adalah target inflasi yang sampai akhir tahun diperkirakan sebesar 3,6 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Perry Warjiyo Diminta Langsung Ciptakan Stabilitas Rupiah
 
Perry menambahkan, kondisi di Amerika Serikat (AS) mempunyai andil besar dalam memengaruhi mata uang negara berkembang. Ini tak lepas dari kenaikan imbal hasil surat utang AS, yield US Treasury, dari 2,75 persen hingga menjadi di atas tiga persen.
 
"Naiknya yield US treasury semula kita perkirakan 2,75 persen paling tinggi tapi terakhir sudah tiga persen bahkan lebih dari tiga persen. Dan ini fenomena kenaikan dolar yang kuat terhadap semua mata uang dunia," jelas dia.
 
Selain itu kenaikan suku bunga AS diperkirakan mencapai empat kali pada tahun ini dari sebelumnya hanya tiga kali. Kedua, defisit fiskal AS juga diperkirakan lebih tinggi dari semula sehingga mendorong arus modal keluar (capital outflow).
 
"Semula (defisit fiskal AS diperkirakan) empat persen tahun ini, dan tahun depan lima persen sehingga pembiayaan defisit fiskalnya lebih tinggi. Ini menyebabkan captital outflow hampir dari seluruh negara emerging market," pungkasnya.
 

 

(AHL)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif