Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Medcom/Eko N.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Medcom/Eko N.

Laporan Tahunan OJK

Sektor Jasa Keuangan 2018 Tumbuh Positif

Ekonomi ojk keuangan ekonomi indonesia
Nia Deviyana • 19 Desember 2018 21:04
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja fungsi intermediasi sektor jasa keuangan selama 2018 berjalan cukup baik. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kredit per November 2018 yang berada pada angka 12,05 persen year on year.
 
"Sampai akhir tahun biasanya akan naik, mungkin di angka 13 persen," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018.
 
Tingkat kesehatan perbankan tercatat cukup baik, tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,32 persen, serta rasio Non-Performing Loan (NPL) gross dan net perbankan tercatat masing-masing 2,67 persen dan 1,14 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada industri keuangan Non Bank, pembiayaan yang disalurkan perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 5,14 persen year on year dengan tingkat Non Performing Financing (NPF) pada level 2,83 persen (gross) dan 0,79 persen (nett).
 
Pembiayaan yang disalurkan melalui perusahaan financial technology (fintech) juga menunjukkan pertumbuhan signifikan selama 2018 dengan nilai outstanding pembiayaan sebesar Rp3,9 triliun, serta rasio NPF yang rendah yaitu 1,2 persen.
 
Sementara itu, penghimpunan dana di pasar modal masih cukup tinggi yakni mencapai Rp162,3 triliun. Angka ini cukup positif di tengah tekanan ekonomi global.
 
Di sisi lain, industri keuangan syariah juga menunjukkan sentimen positif tercermin dari pertumbuhan aset dan pembiayaan Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS), serta aset IKNB syariah per Oktober 2018 masing-masing tumbuh 7,09 persen, 9,52 persen, dan 0,59 persen.
 
Begitu juga dengan NAB Reksa Dana Syariah, Sukuk Negara, dan Sukuk Korporasi yang meningkat masing-masing 20,98 persen, 17, 20 persen, dan 40,48 persen.
 
Kinerja sektor keuangan yang cukup baik selama tahun ini, kata Wimboh, tak lepas dari inisiatif yang diluncurkan OJK untuk mendukung pertumbuhan ekonomi maupun menyediakan sumber dana pembiayaan jangka panjang.
 
Sedangkan untuk mendorong peran keuangan syariah dalam mendukung penyediaan sumber dana pembangunan, OJK memfasilitasi pendirian Bank Wakaf Mikro (LKM Syariah) serta sosialisasi bersama Masyarakat Ekonomi Syariah dan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).
 
"Saat ini terdapat 41 Bank Wakaf Mikro dengan pembiayaan sebesar Rp9,72 miliar yang melibatkan 8.373 debitur," paparnya.
 
Untuk mendorong pembangunan jangka panjang, OJK juga memberikan izin pendanaan melalui KIK-EBA terkait infrastruktur, dengan nilai sekuritisasi sebesar Rp7,44 triliun, serta KIK-DIRE dengan nilai sekuritisasi sebesar Rp0,62 triliun.
 
"OJK juga mendorong emiten infrastruktur untuk fund raising di pasar modal, di mana saat ini tercatat ada 24 penawaran umum yang dilakukan 22 emiten sektor infrastruktur dengan total nilai emisi Rp28,05 triliun," pungkasnya.
 
 
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif