Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto ; Setpres.
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto ; Setpres.

Hadapi Ketidakpastian Global, Jokowi Minta Sense of Crisis Diperkuat

Ekonomi Jokowi Ekonomi Indonesia Ekonomi Global Rusia-Ukraina pandemi covid-19
Annisa ayu artanti • 28 April 2022 11:40
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh pemangku kepentingan hingga masyarakat meningkatkan sense of crisis. Pasalnya, situasi di tahun mendatang tidaklah mudah.
 
Ia mengatakan, pandemi covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Bahkan, beberapa negara masih bergulat menghadapinya dan beberapa masih menerapkan lockdown.
 
Selain itu juga terjadi gangguan supply chain efek ganda akibat perang antara Rusia-Ukraina yang memunculkan krisis energi dan krisis pangan. Sehingga akhirnya menciptakan tingginya inflasi global dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita semua harus memiliki sense of crisis, jangan seperti biasanya, jangan business as usual, hati-hati, sense of crisis harus ada di kita semuanya," kata Jokowi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2022, Kamis, 28 April 2022.
 
Jokowi juga menekankan kewaspadaan dan mengkalkulasi, serta menghitung uang secara detail perencanaan nasional, sehingga langkah antisipasi yang akan diambil tepat.
 
"Kita harus ada perencanaan yang baik, harus ada skenario yang pas dalam menghadapi situasi yang tidak pasti ini," ucapnya.

Pertumbuhan ekonomi RI positif

Kendati demikian, Jokowi tetap bersyukur terhadap pencapaian beberapa indikator perekonomian Indonesia. Ia menyebut, pertumbuhan perekonomian Indonesia menunjukkan tren positif dengan surplus perdagangan pada Maret mencapai USD4,5 miliar, pertumbuhan kredit di Februari 6,33 persen, PMI pada Maret di level 51,3.
 
Kemudian, indeks penjualan riil ini sudah di atas normal yakni 14,5 persen pada Maret 2022, serta Indeks Keyakinan Konsumen yang sudah di atas normal.
 
"Saya kira angka-angka ini harus kita jaga. Momentum tren positif pertumbuhan ekonomi juga harus kita jaga. Sebagaimana tema RKP (Rencana Kerja Pemerintah) 2023, kita harus bekerja keras untuk meningkatkan produktivitas menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif