Kepala BPS Suhariyanto (tengah). FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami
Kepala BPS Suhariyanto (tengah). FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami

Harga Cabai Makin Pedas, Inflasi Januari 0,39%

Ekonomi inflasi bps ekonomi indonesia
Suci Sedya Utami • 03 Februari 2020 12:50
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beberapa komoditas inti menyebabkan inflasi Januari sebesar 0,39 persen. BPS mengatakan mulai Januari 2020 perhitungan inflasi menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) dengan tahun dasar 2018.
 
Meskipun tidak bisa apple to apple pada tahun lalu karena masih menggunakan perhitungan berdasarkan IHK 2012, namun inflasi awal tahun ini menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan Januari 2019 yang tercatat sebesar 0,32 persen.
 
"Harga-harga menunjukkan adanya kenaikan pada Januari 2020 sehingga terjadi inflasi 0,39 persen. Dengan angka inflasi ini, inflasi tahun kalender sama sebesar 0,39 persen dan inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) 2,68 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto, di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Senin, 3 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suhariyanto menjelaskan penyebab inflasi kali ini yakni dikarenakan kelompok makanan, minuman dan tembakau. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 1,62 persen. Ia menjelaska komoditas yang memiliki andil terbesar pada inflasi Januari yaitu cabai merah, cabai rawit, ikan, minyak, beras, rokok kretek putih dan rokok kretek.
 
Selain itu, kelompok lainnya yang juga menjadi penyebab inflasi ialah perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 0,46 persen. Ia mengatakan komoditas yang paling berpengaruh dalam kelompok ini yang menyumbang inflasi yakni emas yang mengalami kenaikan harga.
 
Suhariyanto mengatakan dengan penggunaan perhitungan baru jumlah kota IHK berubah menjadi 90 yang terdiri dari 34 ibu kota provinsi dan 56 kabupaten/kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Dari 90 kota IHK, 79 kota mengalami inflasi dan 11 kota mengalami deflasi.
 
Inflasi tertinggi terjadi di kota Meulaboh sebesar 1,44 persen dan deflasi tertinggi di kota Bau-bau sebesar 1,39 persen. Deflasi terjadi karena adanya penurunan tarif angkutan udara, ayam ras dan telur ayam ras.
 
"Jadi pada Januari inflasi penyebabnya cabai rawit, ikan segar, minyak dan rokok. Sedangkan deflasi karena tarif angkutan udara, bensin dan ayam ras. Inflasi Januari 2020 ini lebih dikarenakan oleh harga bergejolak," pungkas dia.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif