Ilustrasi gedung Bank Indonesia. Foto: dok MI/Rommy Pujianto.
Ilustrasi gedung Bank Indonesia. Foto: dok MI/Rommy Pujianto.

Kuartal I-2021, Posisi Kewajiban Neto Investasi RI Turun Jadi USD268,6 Miliar

Ekonomi Bank Indonesia investasi Ekonomi Indonesia
Husen Miftahudin • 25 Juni 2021 12:54
Jakarta: Bank Indonesia (BI) melaporkan Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada kuartal I-2021 neto USD268,6 miliar atau 25,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini menurun dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir kuartal IV-2020 yang tercatat sebesar USD281,0 miliar atau 26,5 persen dari PDB).
 
"Penurunan kewajiban neto tersebut disebabkan oleh penurunan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang diiringi oleh peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN)," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Jumat, 25 Juni 2021.
 
Adapun penurunan posisi KFLN Indonesia didorong oleh nilai instrumen keuangan domestik yang menurun. Posisi KFLN Indonesia pada akhir kuartal I-2021 menurun 1,0 persen (qtq) dari USD685,5 miliar pada kuartal IV-2020 menjadi USD678,6 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erwin mengungkapkan, penurunan posisi KFLN tersebut terutama disebabkan oleh faktor revaluasi atas nilai instrumen keuangan domestik berdenominasi rupiah seiring dengan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.
 
"Penurunan lebih lanjut tertahan oleh transaksi KFLN yang mencatat surplus berupa arus masuk investasi langsung dan investasi portofolio pada kuartal I-2021 seiring persepsi positif investor terhadap prospek perbaikan perekonomian domestik yang tetap terjaga," paparnya.
 
Di sisi lain, posisi AFLN Indonesia meningkat terutama didorong oleh peningkatan transaksi aset dalam bentuk cadangan devisa dan investasi lainnya. Posisi AFLN pada akhir kuartal I-2021 tumbuh 1,4 persen (qtq), dari USD404,5 miliar menjadi USD410,0 miliar.
 
Menurut Erwin, peningkatan posisi AFLN tertahan oleh faktor revaluasi akibat penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang utama dunia dan penurunan harga beberapa aset luar negeri dalam bentuk surat utang.
 
Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada kuartal I-2021 tetap terjaga dan mendukung ketahanan eksternal. Hal ini tercermin dari struktur kewajiban PII Indonesia yang didominasi oleh instrumen berjangka panjang. Bank Indonesia juga akan tetap memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian.
 
"Ke depan, Bank Indonesia meyakini kinerja PII Indonesia akan tetap terjaga sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi covid-19 yang didukung sinergi bauran kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah, serta otoritas terkait lainnya," pungkas Erwin.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif