Ilustrasi. FOTO: MI/IMMANUEL ANTONIUS
Ilustrasi. FOTO: MI/IMMANUEL ANTONIUS

Inovasi Kunci Indonesia Keluar dari Negara Berpendapatan Menengah

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi Indonesia inovasi Pemulihan Ekonomi Nasional
Angga Bratadharma • 20 November 2020 15:42
Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendorong terciptanya inovasi yang bisa berkontribusi terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional usai pandemi covid-19 menghantam Tanah Air. Inovasi juga diyakini menjadi salah satu solusi agar Indonesia keluar dari negara berpendapatan menengah.
 
Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan jika menilik indeks inovasi global dalam tiga tahun terakhir terlihat Indonesia masih berada di peringkat 85. Seharusnya Indonesia bisa merangkak naik dari segi peringkat karena kenaikannya menjadi indikasi positif perekonomian bergerak maju dan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.
 
"Dalam tiga tahun terakhir indeks inovasi global berada di peringkat 85. Ini tidak menggembirakan karena keinginan kita mestinya (Indonesia) keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Indonesia harusnya sudah memiliki daya saing yang lebih besar," kata Hammam, dalam sebuah webinar, Jumat, 20 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, ia menekankan pentingnya pengembangan inovasi di Tanah Air karena bisa berkontribusi positif terhadap perekonomian, termasuk dalam rangka upaya pemulihan ekonomi sekarang ini. Pengembangan inovasi diperlukan guna meningkatkan daya saing Indonesia di kancah dunia internasional
 
Ia tidak menampik Indonesia sulit bersaing dengan kawasan regional seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand karena peringkat Indonesia berada di peringkat ketiga negara itu terkait inovasi. Hal tersebut juga terlihat dari jumlah technopreneur di Indonesia masih rendah yang menunjukkan inovasi kurang berperan dalam pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.
 
"Kalau kita ingin menuju kepada Indonesia yang maju, mandiri, dan makmur sebagai top ekonomi dunia maka inovasi yang menjadi pendorong dari pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam rangka kita ingin keluar dari negara berpendapatan menengah maka sesungguhnya sistem ekonomi kita harus bertumpu pada inovasi," tegasnya.
 
Sementara itu, Founder & CEO IBIMA Made Dana Tangkas turut mendorong pengembangan ekosistem yang terpadu dan terintegrasi dari riset, inovasi, dan komersialisasi untuk nantinya diaplikasikan oleh Industri Kecil Menengah (IKM), Usaha Kecil Menengah (UKM), koperasi, dan industri di pedesaan.
 
"Yang kita harapkan bisa benar-benar terwujud dalam membangun ekonomi kerakyatan di Indonesia," tuturnya.
 
Ia mengingatkan persoalan yang tengah terjadi sekarang ini yakni perlambatan ekonomi memicu terjadinya resesi ekonomi di berbagai negara di dunia. Paling mendasar tertekannya supply dan demand, melemahnya purchasing power, dan menurunnya aktivitas bisnis.
 
"Juga banyak perusahaan yang merugi. Dan ini sangat besar sekali dampaknya bagi masyarakat Indonesia terutama jika kita melihat IKM dan UKM di dalam menjalankan usahanya. Dalam perspektif ini kita perlu menyesuaikan kegiatan usaha dan melakukan transformasi sambil menunggu stimulus dari pemerintah di sektor riil dan juga jaringan pengaman sosial," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif