Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati . Foto : MI/Susanto.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati . Foto : MI/Susanto.

Jadi Menkeu Lagi, Tantangan Sri Mulyani Lebih Berat

Ekonomi Kabinet Jokowi-Maruf
Eko Nordiansyah • 23 Oktober 2019 11:29
Jakarta: Sri Mulyani Indrawati kembali dipercaya Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai menteri keuangan (menkeu). Sayangnya tantangan yang bakal dihadapi oleh Sri Mulyani selama lima tahun mendatang dinilai tidak akan mudah.
 
"Tantangan ke depan semakin besar, penerimaan pajak tumbuh lambat, tax ratio tidak meningkat signifikan dan utang terus meningkat dengan yield semakin besar," kata Ekonom Senior INDEF Fadhil Hasan kepada Medcom.id di Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.
 
Bukan hanya soal itu, tantangan Sri Mulyani juga dalam hal peningkatan pengeluaran negara. Pasalnya, ada tuntutan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur, pendanaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendidikan, sampai cicilan bunga dan pokok hutang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Artinya defisit kemungkinan akan membengkak dalam tahun-tahun mendatang. Artinya anggaran belum bisa sepenuhnya menjadi stimulus yang signifikan untuk mendorong petumbuhan," ungkap dia.
 
Fadhil menambahkan sisi positif dari terpilih kembalinya Sri Mulyani adalah tidak akan ada perubahan signifikan atas kebijakan fiskal. Selama ini Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini dikenal sangat hati-hati dalam mengelola keuangan negara.
 
"Tidak akan ada perubahan signifikan dalam kebijakan dan pengelolaan fiskal lima tahun ke depan. Beliau akan tetap menjaga anggaran tetap prudent dan sustainable. Dalam tiga tahun terakhir Sri Mulyani berhasil menyelamatkan dan menjaga fiskal," pungkasnya.
 
Sri Mulyani mengaku tak akan ragu untuk mengambil kebijakan baru demi merespon perekonomian yang dinamis. Namun dirinya memastikan kebijakan yang sudah baik selama ini akan tetap dipertahankan.
 
"Kita terbuka atas dinamika yang ada. Yang baik dipertahankan. Kita sudah melihat anggaran perlu dieksekusikan secara baik. Tidak ada kebijakan yang sifatnya adalah statis," kata Ani, sapaan akrabnya, di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif