Presiden Joko Widodo. (FOTO: AFP)
Presiden Joko Widodo. (FOTO: AFP)

2020, Pemerintah Naikkan Anggaran Kesehatan hingga Rp132 Triliun

Ekonomi anggaran kementerian Nota Keuangan 2019
Annisa ayu artanti • 16 Agustus 2019 15:14
Jakarta: Pemerintah menaikkan anggaran kesehatan mencapai Rp132,2 triliun pada 2020. Hal itu dilakukan supaya layanan kesehatan semakin baik dari tahun ke tahun.
 
Presiden Joko Widodo mengatakan alokasi anggaran tersebut sesuai amanah Undang-Undang Kesehatan Tahun 2009 pemerintah untuk terus konsisten menjaga anggaran kesehatan setidaknya lima persen dari belanja negara.
 
"Untuk memperkuat layanan kesehatan pada 2020, Pemerintah mengalokasikan Rp132,2 triliun untuk anggaran kesehatan," kata Jokowi dalam Paripurna Pembukaan Masa Persidangan DPR di Gedung Nusantara, Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jokowi menyebutkan angka ini naik hampir dua kali lipat dari realisasi anggaran kesehatan di 2015 sebesar Rp69,3 triliun.
 
"Pada 2020, kita terus melanjutkan program prioritas di bidang kesehatan, dengan memperkuat layanan dan akses kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, diikuti ketersediaan tenaga kesehatan yang berkualitas," jelas Jokowi.
 
Selain itu, Jokowi juga menyebutkan pemerintah akan melakukan penguatan program promotif dan preventif juga dilakukan, melalui pemenuhan gizi dan imunisasi balita, serta edukasi publik tentang pentingnya pola hidup sehat untuk menekan angka penyakit tidak menular. Pemerintah juga membuat program prioritas bagi kesehatan dan keselamatan ibu hamil dan melahirkan.
 
"Konvergensi program dan kegiatan percepatan penurunan stunting pada 2020 juga diperluas mencakup 260 kabupaten kota," sebut Jokowi.
 
Dalam pembacaan Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2020 dan Nota Keuangan itu juga Jokowi juga menyinggung mengenai pembenahan BPJS Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional. Ia mengatakan pada 2020 pemerintah akan membenahi dua lembaga kesehatan tersebut secara total.
 
"BPJS Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional dibenahi secara total," pungkas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif