Menko Perekonomian Darmin Nasution (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)
Menko Perekonomian Darmin Nasution (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)

Klarifikasi Pernyataan Menko Darmin soal Ekonomi Indonesia 'Bocor'

Annisa ayu artanti • 03 Agustus 2018 16:08
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengklarifikasi pernyataannya mengenai Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang tidak masuk ke sistem keuangan di Tanah Air menyebabkan ekonomi Indonesia bocor. Pada konteks ini, Darmin menegaskan, bukan ekonomi Indonesia yang bocor dalam artian yang sebenarnya.
 
Mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengatakan kebocoran itu adalah istilah teknis untuk menjelaskan devisa hasil ekspor yang tidak masuk dalam sistem keuangan Indonesia. Jika disalurkan dengan tepat dan devisa hasil ekspor masuk ke Indonesia akan menjadi suntikan bagi ekonomi nasional.
 
Baca: Eksportir Wait and See Pulangkan Devisa Hasil Ekspor

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi dalam bahasa teknis ekonomi itu bocor. Suntikannya tidak jadi. Istilah bocor saya sebutkan sebenarnya istilah teknis ekonomi," kata Darmin, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat, 3 Agustus 2018.
 
Baca: Darmin Minta Devisa Hasil Ekspor Masuk ke Tanah Air
 
Darmin memberikan contoh seperti halnya kegiatan ekspor-impor. Menurutnya dengan kegiatan ekspor maka akan menambah tenaga untuk pertumbuhan ekonomi, sedangkan kegiatan impor adalah kebalikannya. "Jadi semacam ada yang bocor, begitu juga kalau devisa tidak masuk," ujar Darmin.
 

 
"Saya kemarin mengatakan, dari angka-angka yang ada, itu devisa yang masuk setiap tahun itu dari ekspor kita kira-kira 80-81 persen. Berarti 19-20 persen tidak masuk. Ya di situ bocornya," tambah mantan Dirjen Pajak Kemenkeu ini.
 
Baca: Pemerintah Kaji Kebijakan Devisa Hasil Ekspor
 
Selain itu, Darmin juga sempat menyinggung DHE yang dibawa ke Tanah Air tapi tidak semuanya ditukarkan ke rupiah. Hanya 15 persen saja yang ditukarkan, sedangkan sisanya ditabungkan dalam bentuk valuta asing, deposito, dan giro. Menurutnya jika demikian terjadi tidak ada sentimen positif untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Baca: Luhut: Rupiah Perlu Dijamin Stabil Tarik DHE ke Indonesia
 
Di sisi lain, Darmin juga menjelaskan mengenai hubungan investasi, konsumsi, dan ekspor. Ia menilai jetiganya menjadi faktor pembentuk pertumbuhan ekonomi. "Kalau masyarakat dan pemerintah lakukan konsumsi, ini merupakan tenaga untuk melahirkan pertumbuhan. Kalau investasi, tenaga melahirkan. Kalau ekspor, juga tenaga menambah pertumbuhan," ucap dia.
 
Baca: Pemerintah Tidak akan Ubah Sistem Devisa
 
Namun, lanjut Darmin, semua itu menjadi nihil ketika devisa hasil ekspor tidak dikembalikan ke Tanah Air. "Kalau devisa tidak masuk, tidak jadi tenaga melahirkan pertumbuhan. Dalam teknis ekonomi, (namanya) bocor," tutup dia.
 
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif