Ilustrasi Gedung BI. (Foto: MI/Rommy Pujianto).
Ilustrasi Gedung BI. (Foto: MI/Rommy Pujianto).

Aliran Modal Asing Capai Rp59,9 Triliun

Ekonomi cadangan devisa bank indonesia
Nia Deviyana • 08 Maret 2019 18:09
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan aliran modal asing yang masuk secara year to date (ytd) dari Januari sampai 6 Maret 2019 mencapai Rp59,9 triliun. Gubernur BI Perry Warjiyo menerangkan capaian tersebut sebesar Rp50,2 triliun dikontribusikan dari Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp10,5 triliun dari saham.
 
"Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu di mana aliran modal asing malah keluar (outflow) sebesar Rp9,9 triliun," ujarnya saat ditemui di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019.
 
Perry menegaskan kondisi tersebut menjadi bukti bahwa kepercayaan pasar tinggi, di mana investor khususnya asing percaya untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada kesempatan yang berbeda, Perry menjabarkan beberapa faktor yang menyokong derasnya arus modal asing masuk. Pertama, kata dia, Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan memiliki imbal hasil yang cukup menarik dibandingkan dengan negara berkembang lainnya.
 
"Kalau dibandingkan dengan negara lain, termasuk India, selisih suku bunga di Indonesia masih menarik," terang dia.
 
Kedua, derasnya arus modal asing disokong kondisi fundamental perekonomian dalam negeri yang menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian global. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, lanjutnya, valuasi atau penilaian harga saham menjadi menarik sehingga investor akan masuk.
 
"Terlihat kan arus modal yang masuk tidak hanya dari SBN, tetapi juga saham," tukas dia.
 
Ketiga, lanjut Perry, kebijakan-kebijakan yang ditempuh pemerintah, BI, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mampu menjaga stabilitas makroekonomi, menekan inflasi, dan nilai tukar sehingga meningkatkan kepercayaan investor.
 
"Tahun lalu kita kena tekanan-tekanan global, tapi dengan sinergi kebijakan mampu menjaga stabilitas ekonomi kita," tuturnya.
 
Bertambahnya aliran modal asing diharapkan memberi kontribusi positif terhadap kinerja neraca pembayaran yang diperkirakan kembali surplus dengan defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) yang lebih rendah dari kuartal IV-2018.
 
BI mencatat kinerja neraca pembayaran pada kuartal IV-2018 sebesar USD5,4 miliar. Selain arus modal yang masuk cukup deras, surplus neraca modal juga dikontribusikan dari cadangan devisa kuartal IV-2018 yang meningkat menjadi USD120,7 miliar, setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor dan utang luar negeri (ULN) pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
 
Kendati demikian, posisi neraca transaksi berjalan pada kuartal IV-2018 mengalami defisit USD9,1 miliar atau 3,57 persen terhadap PDB. Angka ini lebih tinggi ketimbang defisit transaksi berjalan atau CAD di kuartal sebelumnya sebesar USD8,6 miliar atau 3,28 persen PDB.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif