Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: MI/ Panca Syurkani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: MI/ Panca Syurkani

Cara Sri Mulyani Kurangi Kesenjangan Gender di Kemenkeu

Ekonomi Sri Mulyani Kementerian Keuangan kesetaraan gender
Eko Nordiansyah • 01 Agustus 2021 10:41
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus berkomitmen untuk mengimplementasikan Pengarusutamaan Gender (PUG) dengan tujuan mengurangi kesenjangan peran laki-laki dan perempuan dalam konteks pembangunan, sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 807 Tahun 2018.
 
Berbagai upaya mengurangi kesenjangan gender ini dilakukan melalui kebijakan maupun sarana dan prasarana. Salah satunya dengan mengembangkan inisiatif kepemimpinan perempuan Women's Leadership Initiative (WLI), sebagai upaya untuk meningkatkan akses serta kualitas kepemimpinan pegawai perempuan Kemenkeu.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, terdapat dua hal yang sangat besar dalam pengarusutamaan gender, terutama gender stereotyping dan budaya patriarki. Melalui WLI diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kepemimpinan pegawai perempuan dalam menjalankan karier sebagai pengelola keuangan dan kekayaan negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menurut saya, di Kementerian Keuangan kita buat divisi PUG ini tidak hanya mem-promote value-value mengenai kesetaraan gender, tapi saya minta kalau bisa diperkuat dengan analisa, baik kuantitatif dan kualitatif," kata dia dilansir dari laman resmi Kemenkeu, Minggu, 1 Agustus 2021.
 
Program WLI ini meliputi berbagai aspek, baik dari sisi peningkatan kualitas kebijakan sumber daya manusia, pembelajaran, mentoring serta kegiatan lainnya yang berkelanjutan dan difokuskan pada peningkatan leadership skill pegawai perempuan Kemenkeu.
 
Sasaran akhirnya adalah peningkatan kuantitas, intensitas, serta kualitas keterlibatan perempuan dalam posisi jabatan publik, sehingga dapat memperkaya perspektif dan meningkatkan kualitas pengambilan kebijakan publik.
 
Kemenkeu juga akan terus meningkatkan kualitas implementasi PUG demi keadilan dan kesetaraan gender dalam pembangunan. Saat ini, komposisi pegawai perempuan di Kemenkeu telah lebih dari 30 persen. Potensi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal dalam pencapaian tujuan organisasi.
 
"Kalau kita mau memperkuat PUG tidak hanya advokasi, tapi sekarang benar-benar dia menjadi suatu unit atau menjadi suatu kelompok yang bisa mengumpulkan data, menganalisis data, dan menggunakan data itu untuk bisa menyelesaikan gender stereotype dan budaya patriarki. Datanya dikumpulkan dan kita bisa jadikan nanti bahan untuk policy institusi," ujar dia.
 
Untuk mengatasi potensi terjadinya kesenjangan, Kemenkeu juga menetapkan berbagai kebijakan dengan mengakomodasi kebutuhan permasalahan, pengalaman, dan aspirasi pegawai perempuan. Selain itu, untuk mendukung produktivitas dan kenyamanan dalam bekerja, telah dikembangkan berbagai sarana dan prasarana kerja yang ramah perempuan dan peduli anak.
 
"Oleh karena itu, yang paling penting battle-nya pada tempat kerja ini kita harus membuat sesuatu yang equal opportunity, respek terhadap perbedaan, dan bagaimana menciptakan lingkungan di mana kita bisa maju bersama tanpa ada stigma dan stereotip," pungkasnya.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif