Ilustrasi Ekonomi indonesia. Foto : MI.
Ilustrasi Ekonomi indonesia. Foto : MI.

Ekonomi RI Diprediksi 'Sehat' di Kuartal IV-2020

Ekonomi ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 02 Juni 2020 09:47
Jakarta: Ekonomi Indonesia diprediksi akan kembali 'sehat' pada kuartal IV-2020 ini. Perlambatan perekonomian pada masa pandemi virus korona (covid-19) diperkirakan akan terjadi pada kuartal II hingga kuartal III tahun ini karena adanya pembatasan sosial.
 
Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengatakan pemulihan ekonomi bisa terjadi tak lepas dari proses penyesuaian dari aktivitas ekonomi setelah masa berlaku Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selesai. Namun hal ini juga tergantung konsumsi rumah tangga pada beberapa bulan ke depan.
 
"Penyesuaian ini terutama akan bergantung dari sisi permintaan domestik seiring dengan proporsi dari konsumsi rumah tangga yang masih relatif tinggi bila dibandingkan dengan komponen lain, yaitu sebesar 58,14 persen PDB pada kuartal I-2020," kata dia kepada Medcom.id di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, menurutnya, pertumbuhan ekspor diperkirakan akan lebih cepat membaik, yang mana ditandai oleh memulihnya perekonomian Tiongkok. Pada April lalu, ekspor dari Tiongkok meningkat sebesar USD227,6 juta, tertinggi bila dibandingkan dengan negara mitra dagang utama Indonesia.
 
"Peningkatan ini adalah sinyal bahwa perekonomian Tiongkok mulai kembali ke posisi normal, dan diperkirakan akan ikut mendorong aktivitas ekonomi ke depannya," jelas dia.
 
Dari sisi investasi, besaran pemulihan akan cenderung bergerak perlahan, ditopang oleh perusahaan yang bergantung pada ekspor ke Tiongkok. Namun, untuk perusahaan lainnya, besaran investasi akan cenderung bergantung pada permintaan domestik.
 
"Dengan kata lain, pemulihan perekonomian Indonesia akan mampu lebih cepat pulih dibanding dengan mayoritas negara tetangga apabila penyesuaian konsumsi rumah tangga dapat terakselerasi dengan baik," ungkapnya.
 
Dirinya menambahkan pemerintah bisa menambahan bantuan sosial untuk masyarakat aspiring middle-class (menengah ke bawah). Dengan adanya bantuan tersebut, tingkat konsumsi masyarakat pasca pandemi akan terjaga, terutama bagi mereka yang terkena pemutusan kerja.
 
"Setelah perusahaan mampu untuk menyerap tenaga kerja kembali, bantuan dapat secara perlahan dicabut, sehingga di jangka pendek hingga memengah tingkat konsumsi cenderung stabil," pungkasnya.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif