Ilustrasi. FOTO: MI/SUMARYANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUMARYANTO

PDB Indonesia Diramal Tumbuh 6,2% di 2021

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Virus Korona Ekonomi Indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional
Angga Bratadharma • 19 September 2020 12:27
Jakarta: Pandemi covid-19 telah membuat kawasan Asia Tenggara mengalami perlambatan pertumbuhan terbesar sejak krisis moneter Asia di 1997. Bahkan, laju pertumbuhan ekonomi di kawasan diperkirakan menyusut sebanyak 4,2 persen di 2020.
 
Perhitungan itu dipaparkan dalam laporan bertajuk 'Global Economic Outlook Report' dari Oxford Economics, yang diterbitkan oleh badan akuntan ICAEW, dikutip Medcom.id, Sabtu, 19 September 2020.
 
Laporan memperlihatkan meski aktivitas ekonomi berangsur normal kembali dengan pertumbuhan diperkirakan pulih di angka 6,4 persen di 2021, namun laju pemulihan ekonomi selama paruh kedua 2020 akan bervariasi di kawasan Asia Tenggara. Hal ini bergantung pada pelonggaran kebijakan pembatasan sosial dan peningkatan permintaan ekspor masing-masing negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laporan ini menjadi topik utama diskusi di Forum Ekonomi Internasional yang diselenggarakan oleh ICAEW, di mana para pemimpin industri membahas tentang perkiraan pertumbuhan ekonomi di kawasan Timur Tengah, Tiongkok, dan Asia Tenggara.
 
Di Indonesia, jumlah kasus covid-19 terus meningkat sehingga laju pemulihan ekonomi diperkirakan melambat. PDB Indonesia diperkirakan menyusut sebesar 2,7 persen pada 2020 sebelum nantinya akan tumbuh sebesar 6,2 persen pada 2021.
 
"Sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di kawasan ASEAN, proses pemulihan Indonesia akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi kawasan secara keseluruhan," ungkap ICAEW.
 
Untuk memastikan kebangkitan ekonomi di seluruh kawasan, sangat penting bagi negara-negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN, seperti Indonesia, Singapura, Filipina, dan Malaysia untuk melakukan pemulihan yang stabil.
 
Namun, tingkat keberhasilan yang berbeda-beda dalam mengatasi wabah covid-19, dan kebijakan pelonggaran pembatasan sosial yang juga bervariasi akan memperbesar disparitas dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
 
Sebagai negara dengan jumlah kasus terbesar di wilayah ASEAN, Filipina diperkirakan mencatat kontraksi terbesar, dengan PDB turun 8,2 persen pada 2020. Hal ini dikarenakan ketergantungan ekonominya pada pariwisata internasional dan keterlambatannya dalam menerapkan pelonggaran kebijakan pembatasan sosial.
 
Sementara itu, pertumbuhan di Singapura diperkirakan menyusut sebesar 5,7 persen tahun ini dikarenakan penurunan tajam dalam perdagangan global. Akan tetapi, tanda-tanda pemulihan ekspor dan impor akan membuat angka pertumbuhan naik ke 6,1 persen pada 2021.
 
Laporan tersebut juga memperkirakan Vietnam memiliki prospek pemulihan ekonomi yang paling cerah dengan situasi di mana mereka telah berhasil mengatasi pandemi dengan sangat efektif hingga saat ini. Vietnam diharapkan menjadi satu-satunya ekonomi kawasan yang dapat mencatat pertumbuhan positif tahun ini dengan PDB naik 2,3 persen tahun ini.
 
"Dan delapan persen pada 2021," ungkap ICAEW.
 
Lebih lanjut, pandemi covid-19 turut mengurangi PDB global sebanyak sekitar sembilan persen di paruh pertama 2020, setidaknya tiga kali lipat dari krisis keuangan di 2007-2009. Laporan yang sama memaparkan bahwa meskipun terjadi pemulihan di kuartal III sebesar 6,4 persen, PDB global diperkirakan mengalami penurunan 4,4 persen di 2020 secara keseluruhan.
 
Namun, terdapat momentum positif di paruh kedua 2020, yang akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi global ke angka 5,8 persen di pertengahan 2021, kembali ke titik awal pertumbuhan ekonomi sebelum pandemi. Jangka waktu pemulihan ini mirip dengan masa pemulihan usai krisis keuangan 2008.

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif