Mendag RI dampingi Menko Perekonomian RI bertemu dengan Mendag AS. Foto: Dok. Kemendag
Mendag RI dampingi Menko Perekonomian RI bertemu dengan Mendag AS. Foto: Dok. Kemendag

Mendag Optimistis Kunjungan AS Bawa Investasi

Ekonomi indonesia-as suap di kemendag
Nia Deviyana • 10 November 2019 22:33
Jakarta: Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkapkan kunjungan kerja Secretary of Commerce Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross ke Indonesia menunjukkan komitmen AS dalam mempererat hubungan bilateral dengan Indonesia, sekaligus mendorong investasi di sektor industri utama Indonesia.
 
Kunjungan Ross ke Indonesia berlangsung pekan pertama November 2019 merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya di kawasan Asia Tenggara, sekaligus membalas kunjungan Menteri Perdagangan RI saat itu ke AS pada 2018.
 
Beberapa isu yang dibahas yaitu terkait investasi dan kerja sama AS di Indonesia, terutama di bidang kesehatan, penerbangan, pertambangan, jasa keuangan, dan jasa telekomunikasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kunjungan ini menandakan Indonesia masih menjadi fokus pemerintah AS dalam peningkatan ekonomi dan hubungan perdagangan di kawasan Asia Pasifik. Bertepatan dengan perayaan 70 tahun hubungan diplomatik RI-AS, kunjungan ini menjadi momen penting dalam meningkatkan kerja sama kedua negara ke jenjang yang lebih tinggi, salah satunya melalui kemudahan investasi bisnis AS di Indonesia," jelas Agus melalui keterangan persnya, Minggu, 10 Noveber 2019.
 
Pada kunjungan ini, Ross juga membawa serta Delegasi Bisnis ternama AS, diantaranya American Council of Engineering Companies, Baxter, Bechtel, Bell Textron, Boeing, Carlyle Group, Cheniere, Citibank, Honeywell, Lockheed Martin, Qualcomm, Securiport LLC,Tellurian Inc, Tesla Inc, dan Varian Medical System.
 
Agus menjelaskan, pertemuan ini menjadi kesempatan penting bagi pelaku usaha AS berdialog langsung dengan para pembuat kebijakan di Indonesia, sekaligus menyampaikan rencana kerja sama dan hambatan dalam berinvestasi di Indonesia. Diharapkan langkah ini dapat mendorong para pelaku usaha AS memanfaatkan iklim ekonomi Indonesia yang kondusif dan menanamkan investasinya di Indonesia.
 
"Kami mengharapkan para pelaku usaha AS dapat memanfaatkan momentum kunjungan ini untuk mempercepat realisasi investasi yang telah disampaikan. Saat ini Indonesia juga sedang mendorong peningkatan negosiasi perdagangan internasional sebagai bagian dari upaya peningkatan reformasi ekonomi," tegas Agus.
 
Perdagangan Indonesia-AS pada 2018 mencapai USD28,6 miliar atau meningkat 10,42 persen dari tahun sebelumnya yang senilai USD25,9 miliar. Sementara pada periode Januari hingga Agustus 2019, total perdagangan Indonesia-AS telah mencapai USD17,8 miliar dengan ekspor Indonesia USD11,6 miliar dan impor USD6,2 miliar.
 
Dengan demikian, Indonesia surplus sebesar USD5,3 miliar. Ekspor utama Indonesia ke AS pada 2018 di antaranya udang segar (USD930 juta), karet alam (USD848 juta), alas kaki (USD747 juta), jerseys, cardigans (USD667 juta), new pneumaticban karet (USD615 juta), udang siap pakai (USD585 juta), dan lain-lain.
 
Sedangkan, produk impor utama Indonesia dari AS pada 2018 yaitu kedelai (USD1,1 miliar), kapas (USD639 juta), residu pabrik tepung dan gula (USD 242 juta), bagian pesawat (USD237 juta), gandum (USD236 juta); serta helikopter dan satelit (USD200 juta).

 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif