Ekspor. MI/RAMDANI.
Ekspor. MI/RAMDANI.

Pemerintah akan Terus Genjot Ekspor di 2019

Ekonomi ekonomi indonesia
Nur Aivanni • 09 Desember 2018 17:18
Jakarta: Asisten Deputi Moneter dan Neraca Pembayaran Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi mengaku sulit untuk memproyeksikan ekonomi Indonesia pada 2019 di tengah situasi perang dagang antara Amerika-Tiongkok.

Baru saja ketegangan Amerika-Tiongkok bisa diredam dalam pertemuan G20 di Argentina beberapa waktu lalu, sudah muncul masalah baru, yakni adanya penangkapan Direktur Keuangan Huawei Meng Wanzhou di Kanada.

"Terus terang susah memproyeksi (ekonomi Indonesia di 2019) dalam situasi perang dagang. Kemarin G20 (perang dagang Amerika-Tiongkok) sudah reda, tiba-tiba masalah lagi dengan Huawei," katanya kepada Media Indonesia, Minggu, 9 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




Ia pun menilai penangkapan petinggi Huawei tersebut akan kembali memicu ketegangan antara Amerika dan Tiongkok. Ketegangan tersebut kemudian juga akan berdampak ke Indonesia. "(Dampaknya) Ekspor Indonesia ke Tiongkok melambat," katanya.

Adapun antisipasi pemerintah Indonesia terhadap semakin tegangnya hubungan Amerika dan Tiongkok tersebut, Edi mengatakan bahwa pemerintah akan terus mendorong ekspor, mengendalikan impor dan membuka pintu investasi.

"Intinya kita manfaatkan pasar-pasar yang terdampak tradewar apakah barang kita bisa masuk ke sana," katanya.

Beberapa pelaku ekspor, sambung Edi, cukup optimistis bisa menambah pasar dan produksi. Untuk itu, pemerintah akan memfasilitasinya.

"Dari sisi pemerintah, perundingan-perundingan bilateral (CEPA) didorong menghasilkan kesempatan yang lebih baik. Di luar itu, sudah saatnya kita membidik produk yang over the wave seperti industri baterai di Vietnam," pungkasnya.

 


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi