Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (MI/SUSANTO)
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (MI/SUSANTO)

Mendag Pastikan Ekspor 2019 Buka Pasar Baru

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekspor ekonomi indonesia
Ilham wibowo • 08 Januari 2019 07:16
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meyakini perjanjian dagang bersama negara potensial ekspor nontradisional bakal membuka akses pasar baru. Hasilnya dinilai bakal mulai dirasakan pada 2019.
 
"Akses pasar ini kita lakukan secara formal melalui bentuk perjanjian. Kemudian terkait perjanjian itu, beberapa perjanjian ASEAN plus sejak 2015 sudah dikeluarkan Perpres, itu akan berikan dampak di 2019," ujar Mendag, di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Senin, 7 Januari 2019.
 
Strategi peningkatan ekspor ini dilakukan untuk memperkecil dampak perang dagang Tiongkok dengan Amerika Serikat. Produk ekspor Indonesia kemudian punya alternatif penjualan ke negara tujuan lain.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Enggar menyampaikan agenda informal bakal terus dilakukan bersama mitra dagang. Misi dagang implementasinya termasuk mempertemukan langsung pengusaha dari Tanah Air dengan pembeli di negara tujuan ekspor.
 
"Jadi saya engak mau hanya ada pembicaraan formal antar kementerian dengan mitra saja. Kita bawa pengusaha, kita selenggarakan bisnis forum, kita membuat bisnis matching, dan hasilkan cukup banyak transaksi langsung dan juga follow up-nya," paparnya.
 
Lebih lanjut, Indonesia dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) telah menandatangani perjanjian ekonomi untuk meningkatkan perdagangan dan investasi. Sesuai kesepakatan, semua hambatan tarif dan nontarif untuk ribuan produk yang diperdagangkan dihapuskan antara Indonesia dan negara-negara anggota EFTA seperti Swiss, Liechtenstein, Norwegia, dan Islandia.
 
"Dengan EFTA tinggal ratifikasi, paling tidak semester II sudah bisa dimanfaatkan," ungkapnya.
 
Perjanjian dagang lainnya juga bakal mulai berjalan dengan penyelesaian perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA). Kemitraan komprehensif yang lebih luas bakal dilakukan selain adanya perjanjian perdagangan barang, jasa dan investasi.
 
"Yang jelas semuanya sudah selesai, legal drafting udah diselesaikan tinggal waktu penandatanganannya, kita tunggu dari Kemenlu karena kebijakan politik luar negeri ada di Kemenlu," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif