Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

Pemerintah Pertahankan Peringkat Utang BBB dari Fitch

Ekonomi utang luar negeri surat utang
Desi Angriani • 18 Maret 2019 22:32
Jakarta: Lembaga pemeringkat utang Fitch merilis rating utang Indonesia 14 Maret 2019 pada posisi BBB dengan outlook stable. Predikat yang diterima sejak 2017 lalu tersebut bakal dipertahankan oleh pemerintah dengan berbagai cara.
 
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti mengatakan langkah Fitch mempertahankan peringkat utang Indonesia di posisi BBB dengan outlook stable menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia tetap stabil di tengah pelemahan ekonomi global.
 
Apresiasi tersebut juga berperan dalam mewujudkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang lebih sehat, adil, dan mandiri serta perbaikan perekonomian Indonesia secara umum.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemerintah telah dan akan terus melakukan langkah-langkah proaktif untuk mewujudkan hal tersebut melalui pengelolaan APBN dan kebijakan fiskal yang kredibel dan efektif. Selanjutnya, peranan dari berbagai pihak dan masyarakat luas juga sangat penting dalam mewujudkan perekonomian yang lebih inklusif ke depan," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 18 Maret 2019.
 
Menurutnya faktor pendorong tercapainya peringkat utang (rating) Indonesia tersebut lantaran tingkat beban utang Pemerintah yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang baik. Beban utang Indonesia dibandingkan negara peers dinilai lebih aman dan sektor keuangan domestik dinilai berada dalam kondisi sehat. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dinilai jauh lebih baik dibandingkan negara-negara setara (peers).
 
Dalam laporannya, Fitch meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus didukung oleh permintaan domestik dan investasi. Indonesia dinilai mempunyai potensi positif dari pengalihan tujuan investasi seiring kondisi perekonomian global dan kebijakan moneter Amerika Serikat.
 
"Fundamental Sovereign Credit Indonesia pun dipercaya akan tetap kokoh seiring stabilnya pergerakan nilai tukar dan tetap terjaganya cadangan devisa," imbuhnya.
 
Lebih lanjut, pemerintah Indonesia dinilai telah menjalankan kebijakan fiskal secara baik dan tepat. Hal ini tercermin dari penurunan defisit APBN yang sebesar 2,51 persen pada 2017 menjadi 1,76 persen pada 2018. Penurunan defisit APBN ini didorong oleh perbaikan penerimaan perpajakan dan peningkatan kualitas belanja.
 
Kebijakan fiskal yang prudent juga ditunjukkan dengan utang Indonesia yang rendah dengan rasio 29,8 persen terhadap PDB pada 2018. Karenanya, Fitch meyakini rasio utang Pemerintah tetap stabil dalam beberapa tahun ke depan serta defisit APBN terjaga di level yang rendah.
 
Adapun Fitch telah berdiri sejak 1913 dan telah memiliki 50 cabang di dunia. Fitch memiliki representasi yang kuat dalam menilai peringkat utang negara-negara Emerging Markets di Asia, Amerika Latin, Eropa Timur dan Tengah, Afrika dan Timur Tengah. Fitch merupakan salah satu lembaga pemeringkat utang yang kredibel dan telah menjadi referensi utama para investor dalam berinvestasi.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif