Dana Asing Masuk RI Bantu Penguatan Rupiah
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)
Jakarta: Ekonom PT Bank Permata Josua Pardede menyebutkan masuknya dana asing ke Indonesia membantu penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di samping mata uang negeri Paman Sam tersebut juga mengalami pelemahan.

"Rupiah memimpin penguatan mata uang Asia sepanjang November ini yakni dengan terapresiasi sekitar 4,2 persen month to date (mtd) meskipun masih terdepresiasi 7,0 persen year to date (ytd)," kata Josua kepada Medcom.id di Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

Sepanjang November ini, investor asing membukukan pembelian bersih di pasar saham sebesar USD289,4 juta (mtd). Sementara kepemilikan investor asing pada SBN juga cenderung meningkat sekitar USD340 juta (mtd).

"Sehingga mendorong penurunan yield SUN bertenor 10 tahun sebesar 42 bps (mtd) menjadi sekitar 8,13 persen," jelas dia.

Dirinya menambahkan, foreign inflow yang meningkat sejak akhir Oktober hingga saat ini telah mendorong penurunan volatilitas rupiah menjadi sekitar 7,6 persen dari level 10 persen pada pertengahan Oktober lalu.

"Implementasi DNDF direspons positif oleh pelaku pasar dan mendorong diversifikasi risiko permintaan dolar di pasar spot dan memberikan alternatif hedging bagi offshore player," ungkapnya.

Selain itu, pada awal November ini sentimen di pasar keuangan global cenderung membaik terindikasi dari pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara maju dan negara berkembang.

"Pelemahan dolar AS ini dilatarbelakangi oleh potensi resolusi dari negosiasi perdagangan antara pemerintah AS dan Tiongkok yang mendorong penguatan riskier assets," kata Josua.

Tren penurunan harga minyak dunia juga mengurangi tekanan mata uang negara pengimpor minyak termasuk rupiah. Selain itu, pelemahan dolar AS juga didorong oleh potensi kemenangan kubu Demokrat pada midterm election.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id