Ekonomi Indonesia. Foto : AFP.
Ekonomi Indonesia. Foto : AFP.

Eks DGS Bank Indonesia Pede Ekonomi RI Tembus 8% di Kuartal II

Ekonomi Perbankan Bank Indonesia Ekonomi Indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 15 Juni 2021 11:56
Jakarta: Eks Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menyatakan pemulihan ekonomi dunia, termasuk Indonesia berada pada tren perbaikan. Ia pun optimistis ekonomi RI pada kuartal II-2021 melonjak signifikan pada kisaran 7-8 persen.
 
"Kalau kita lihat angka di kuartal dua tahun lalu minus sekitar 5,2 persen, kemudian di kuartal satu 2021 ini minusnya tinggal 0,7 persen. Diperkirakan di kuartal dua tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia year on year (yoy) bisa tumbuh antara 7,0 persen sampai 8,0 persen," ujar Mirza dalam webinar Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Selasa, 15 Juni 2021.
 
Mirza yang juga menjabat sebagai Direktur Utama LPPI yakin betul ekonomi Indonesia di kuartal II-2021 tumbuh menjulang. Namun hal tersebut perlu didukung komitmen semua pihak dalam mengimplementasikan keuangan berkelanjutan guna mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"OJK (Otoritas Jasa Keuangan) telah menerbitkan aturan-aturan yang harus diikuti oleh emiten dan industri jasa keuangan terkait sustainability. Sudah ada juga panduan dari internasional dan juga panduan dari OJK terkait laporan sustainability report," tegasnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan di semua sektor, termasuk keuangan. Hal ini pun sudah diatur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
 
"Dalam RPJMN tersebut pembangunan berkelanjutan telah ditetapkan sebagai salah satu aspek pengarusutamaan dengan tujuan untuk memberikan akses pembangunan yang adil dan inklusif serta menjaga lingkungan hidup. Dengan demikian pembangunan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya," tuturnya.
 
Untuk memastikan transformasi ekonomi dan pembangunan berkelanjutan tetap berjalan di tengah upaya pemulihan ekonomi, lanjutnya, pemerintah telah memprioritaskan sektor yg mengutamakan aspek keberlanjutan. Salah satu contohnya adalah mempromosikan pembangunan energi terbarukan seperti kebijakan mandatori B30 serta pemanfaatan panas bumi dan tenaga surya.
 
"Contoh lain adalah pertanian kelapa sawit berkelanjutan, ecotourism, pengembangan mobil berbasis listrik, serta pembangunan kawasan ekonomi khusus berwawasan lingkungan. Hal tersebut sesuai dengan komitmen pemerintah terhadap Perjanjian Paris atau Paris Agreement dimana pembangunan berbasis rendah karbon terus diupayakan melalui penurunan jumlah dan intensitas emisi pada bidang prioritas yang meliputi energi, lahan, limbah industri, dan kelautan," pungkas Airlangga.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif