Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: Antara/ Hafidz Mubarak
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: Antara/ Hafidz Mubarak

Sri Mulyani: Jangan Ada Korupsi Bangun Proyek dengan SBSN

Ekonomi infrastruktur korupsi Sri Mulyani surat berharga negara
Eko Nordiansyah • 20 Januari 2021 12:06
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melarang penyalahgunaan anggaran atau korupsi dalam pembiayaan proyek yang menggunakan instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pasalnya, pemerintah memiliki kewajiban moral yang besar dalam memanfaatkan hasil pembiayaan melalui instrumen surat utang.
 
"Itu tanggung jawab bersama sehingga kita tentu harus menjaga supaya proyek-proyek yang dibiayai SBSN bisa dijaga tata kelola, akuntabilitas dan tidak ada korupsi dalam proyek," katanya dalam Forum Kebijakan Pembiayaan Proyek Infrastruktur Melalui SBSN Tahun 2021 secara daring di Jakarta, Rabu, 20 Januari 2021.
 
Sejauh ini kinerja dari proyek yang dibiayai dengan menggunakan SBSN cukup baik yaitu mencapai 90,96 persen. Bahkan jumlah kementerian/lembaga (K/L) yang memanfaatkan instrumen ini terus bertambah dari satu K/L di 2013 menjadi delapan K/L di 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"2021 akan ada 11 K/L. Untuk K/L baru tentu kita harap segera bisa catch up dan menyiapkan proyek sehingga bisa sama kualitasnya dan ketepatan penyelesaiannya tetap bisa terjaga. Sedangkan untuk K/L yang sudah dari lama, saya harap juga kualitasnya tetap terjaga," ungkapnya.
 
Pada 2020, pembiayaan infrastruktur dengan menggunakan instrumen SBSN mencapai Rp23,29 triliun untuk 630 proyek. Jumlah ini ditargetkan akan mengalami kenaikan menjadi Rp27,57 triliun atau naik 18,36 persen untuk pembiayaan 847 proyek infrastruktur.
 
"Oleh karena itu kami harap dengan kerja sama dengan seluruh K/L apabila kualitas proyek baik dan memberikan dampak sosial ekonomi dan financial yang baik, maka SBSN yang merupakan utang negara jadi bisa bermanfaat maksimal dan bisa dikembalikan lagi dengan manfaat jauh lebih besar dari biaya yang harus dikeluarkan," pungkas dia.  
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif