Menkeu Sri Mulyani. Foto : Medcom Eko.
Menkeu Sri Mulyani. Foto : Medcom Eko.

Penjelasan Sri Mulyani soal Utang yang Sering Dikritisi

Ekonomi utang luar negeri Sri Mulyani apbn
Eko Nordiansyah • 23 November 2020 20:14
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan soal utang pemerintah yang akhir ini sering menjadi perbincangan. Menurut dia, masalah utang pemerintah diatur dalam Perpres 72 Tahun 2020 tentang perubahan postur APBN.
 
"Di Perpres 72, waktu anggaran APBN 2020 dengan estimasi defisit sekian, itu pembiayaannya adalah dari SBN, pinjaman, ada yang bilateral maupun multilateral," kata dia dalam video conference di Jakarta, Senin, 23 November 2020.
 
Ia menegaskan apa yang dilakukan saat ini adalah dalam rangka menjalankan rencana yang sudah dituangkan dalam Perpres 72/2020 tersebut. Menurut dia, semua dilakukan bukan tanpa rencana dan perhitungan yang matang seperti yang disangkakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu kan semuanya isu dari Perpres 72 sudah diomongkan, sudah disampaikan ke publik. Jumlah defisit juga sudah disampaikan sekian, sumber pembiayaannya kita juga sudah sampaikan ada dari SBN, ada menggunakan burden sharing, ada yang multilateral pinjaman, ada yang bilateral," jelas dia.
 
Untuk itu, Sri Mulyani meminta kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman untuk menyampaikan update pengelolaan utang secara berkala. Hal ini juga sebagai transparansi dari pemerintah.
 
"Itu mungkin Pak Luky harus setiap minggu di-update supaya orang enggak lupa. Sampaikan saja, karena itu yang menjadi kadang-kadang masyarakat perlu untuk tahu supaya mereka tidak mendapatkan info dari komentar-komentar yang tidak sesuai dengan sebetulnya rencana pemerintah yang sudah sangat transparan," ungkapnya.
 
Pernyataan Sri Mulyani ini membalas cuitan ekonom senior Rizal Ramli. Melalui akun Twitternya, Rizal Ramli menyebut pemerintah harus menanggung bunga utang yang semakin mahal. Akibatnya utang harus dibayar dengan cara berutang lagi.
 
"Mas @jokowi, mau dibawa kemana RI? Surat utang  bunganya semakin mahal. Untuk bayar bunga utang saja, harus ngutang lagi. Makin parah. Makanya mulai ganti strategi  jadi “pengemis utang bilateral” dari satu negara ke negara lain,, itupun dapatnya recehan Grinning face itu yg bikin ‘shock’," tulis Rizal Ramli.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif