NEWSTICKER
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : MI/Ramdani.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : MI/Ramdani.

Erick: Mimpi RI Jadi Ekonomi Terbesar Bisa Gagal karena Virus Korona

Ekonomi Virus Korona ekonomi indonesia
Suci Sedya Utami • 11 Februari 2020 05:25
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan dampak penyebaran virus korona tidak hanya menyerang dunia kesehatan. Bahkan bahaya yang ditimbulkan virus yang diduga berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok itu juga menyerang ekonomi.
 
Erick bilang Virus Korona bisa membuat mimpi Indonesia untuk bisa masuk dalam lima besar perekonomian dunia di 2045 gagal. Virus tersebut bisa membuat ekonomi kian tergerus.
 
"Kita punya target pertumbuhan lima persen untuk terus membuka lapangan kerja, jadi kalau nanti ekonomi kita tergerus, pembukaan lapangan kerja tidak maksimal, mimpi kita bersama 2045 yang katanya Indonesia rangking lima besar dunia enggak akan terjadi," kata Erick di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erick mengatakan apa yang terjadi di Tiongkok saat ini merupakan bukti nyata virus tersebut sangat ganas menyerang perekonomian negeri Tirai Bambu itu. Misalnya saja indeks Shanghai Composite merosot sembilan persen di awal Februari.
 

Produktivitas Tiongkok hilang karena banyak tenaga kerja berkurang drastis. Banyak tenaga kerja dari luar yang tidak mau ke Tiongkok. Padahal enam tahun lalu, kata Erick, Tiongkok membuka lapangan kerja untuk ekspatriat yang klasifikasinya sangat tinggi karena tidak ada di negara tersebut.
 
Selain itu industri pariwisata dan penerbangan Tiongkok terpukul. Bukan hanya orang asing yang tidak datang ke Tiongkok, namun juga wisatawan lokal yang menyetop untuk kegiatan travel. Padahal, kata dia, 80-90 persen kekuatan pariwisata di negeri tersebut ditopang oleh wisatawan lokal.
 
Serta supply chain untuk teknologi tinggi terganggu karena kebutuhan bahan pendukung sulit untuk masuk. "Kalau supply chain terganggu, termasuk ke Indonesia," jelas Erick.
 
Berdasarkan data terbaru Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, kematian akibat virus korona nCoV di Negeri Tirai Bambu kini mencapai 902 orang. Sementara kematian di luar Tiongkok tercatat ada dua, yakni masing-masing satu kasus di Filipina dan Hong Kong.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif