Pertalite Sumbang Inflasi April
Ilustrasi. (Foto: Antara/Agung Rajasa).
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di Maret lalu memberikan imbas pada inflasi sebesar 0,1 persen di April tahun ini. Pertalite tercatat menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti‎ mengaku kenaikan pertalite yang terjadi pada akhir Maret lalu‎ memberikan dampak negatif bagi tingkat inflasi di April 2018. Dia mengatakan imbas kenaikan baru masuk perhitungan BPS selama satu minggu.

"Jadi yang tiga minggunya itu ke April, makanya memberikan share ke inflasi 0,03 persen dari bensin," tutur Yunita, ‎ditemui di Gedung BPS, Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018.

Dia menjelaskan kategori bahan bakar dikomposisikan oleh premium, pertalite, pertamax, dan pertamax turbo. Dari semua jenis itu, pertalite mempunyai komposisi tertinggi sebesar 43 persen, sedangkan paling rendah pertamax turbo sebesar 23 persen.

Yunita berharap pemerintah mampu menjaga dengan baik harga bahan bakar minyak, mengingat harga minyak dunia semakin meningkat belakangan ini. "Itu memang kenaikan harga internasional. Mudah-mudahan pemerintah bisa mengatasi itu semua," pungkas dia.

BPS mencatat inflasi sebesar 0,1 persen di April 2018. Sedangkan porsi inflasi tahun kalender di tahun ini mencapai 1,09 persen. ‎Adapun inflasi tahun ke tahun mencapai 3,41 persen.

Harga inflasi tahun ke tahun, dia memandang, masih dalam kondisi yang baik dan terkendali. Karena, jika mengacu target inflasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 3,5 persen.

Inflasi sebesar 0,1 persen disumbang dari total 54 kota, sedangkan deflasi terjadi di 28 kota. Inflasi tertinggi berada di posisi Padang dan Kudus. Keduanya tu menyumbang inflasi masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sedangkan posisi deflasi tertinggi berada di kota Tual. Sedangkan deflasi terendah berada di daerah Medan, Lampung, dan Tegal. Adapun Tual mencatat deflasi tinggi -2,25 persen, tiga kota deflasi terendah -0,01 persen.‎

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id