Ilustrasi hasil penagihan aset kasus BLBI - - Foto: dok AFP
Ilustrasi hasil penagihan aset kasus BLBI - - Foto: dok AFP

Satgas Tetap Kejar Hak Tagih Negara Rp110,45 Triliun dari Kasus BLBI Tahun Ini

Ekonomi Kasus BLBI obligor blbi BLBI aset negara Satgas BLBI
Eko Nordiansyah • 18 Januari 2022 19:31
Jakarta: Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) bakal berupaya tetap mengejar hak tagih negara atas dana BLBI. Satgas menargetkan bisa mengembalikan total dana yang mencapai Rp110,45 triliun dari para obligor maupun debitur dari kasus BLBI.
 
Ketua Satgas BLBI sekaligus Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Rionald Silaban mengatakan, jangka waktu penugasan dari Satgas BLBI cukup singkat, yaitu hingga 31 Desember 2023. Selama tujuh bulan efektif, Satgas BLBI telah berhasil mencatatkan hasil berupa uang atau PNBP dan aset tanah mencapai Rp9,82 triliun.
 
"Dari hasil kerja Satgas BLBI selama 2021, masih banyak target Satgas yang harus dikejar. Dalam sisa waktu dua tahun inilah, Satgas harus bergerak lebih cepat untuk dapat mengembalikan hak tagih negara atas dana BLBI senilai Rp110,45 triliun," katanya dalam keterangan resminya, Selasa, 18 Januari 2022.
 
Hingga akhir 2021, Satgas mengumpulkan uang tunai Rp317.795.930.844,50, nilai aset tanah yang telah ditetapkan statusnya atau dihibahkan kepada kementerian/lembaga senilai Rp1.149.894.359.449,00, dan nilai aset tanah yang berhasil dikuasai baik berupa aset properti maupun sita aset jaminan kredit dengan estimasi nilai sekitar Rp8,35 triliun. 
 
Aset berupa tanah yang berhasil dikuasai baik yang berasal dari penguasaan aset properti maupun penyerahan aset jaminan kredit dari obligor atau debitur seluas 13.767.873,35 m2, dan aset tanah yang telah ditetapkan statusnya atau dihibahkan kepada kementerian/lembaga guna penyelenggaraan tugas dan fungsi negara seluas 443.970 m2.
 
Satgas BLBI dibentuk salah satunya dengan tujuan untuk melakukan penanganan, penyelesaian, dan pemulihan hak negara yang berasal dari kasus BLBI. Sejak dibentuk, berbagai upaya telah dilakukan Satgas BLBI diantaranya pemanggilan obligor atau debitur, penguasaan fisik melalui pemasangan plang atas aset properti, maupun penyitaan aset jaminan. 
 
Selain itu, upaya tegas akan dilakukan oleh Satgas BLBI, seperti penyitaan harta kekayaan lain, pengejaran perusahaan yang terafiliasi dengan obligor/debitur, pemblokiran saham dan badan hukum, juga tidak menutup kemungkinan dilakukan upaya pidana terhadap obligor/debitur yang melakukan peralihan aset jaminan yang diperjanjikan. 
 
Demi percepatan pengembalian hak tagih negara tahun ini, Satgas BLBI melakukan kegiatan pembekalan yang bertujuan untuk memastikan langkah percepatan kepada seluruh anggota yang terdiri dari Tim Pelaksana, Tim Kelompok Kerja, dan Tim Sekretariat berasal dari berbagai unsur Kementerian dan Lembaga dengan tugas dan fungsi yang berbeda. 
 
"Satgas BLBI akan terus melakukan berbagai upaya terutama dengan terus bersinergi antar seluruh kementerian dan lembaga negara yang menjadi anggota Satgas. Kegiatan pembekalan ini diperlukan agar upaya penyelesaian penanganan hak tagih dana BLBI dapat tercapai sesuai dengan tujuan pembentukan Satgas BLBI," pungkas dia.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif