Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.

Utang Luar Negeri RI Disebut Bebani Devisa

Ekonomi cadangan devisa utang luar negeri
Desi Angriani • 17 Oktober 2019 22:30
Jakarta: Tumpukan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia dinilai akan membebani cadangan devisa. Hal tersebut menyusul posisi utang yang mencapai USD393,5 miliar atau setara Rp5.566 triliun (kurs Rp14.147 per USD) hingga Agustus lalu.
 
Ekonom Senior Indef Didik J Rachbini mengatakan posisi utang pemerintah sudah lampu kuning. Bila ditambah dengan utang BUMN dan swasta, total utang Indonesia berada di atas 60 persen terhadap PDB.
 
"Utang BUMN kalau ditambah banyak, ditambah lagi swasta itu bebannya ngeruk devisa kita," katanya kepada Medcom.id seusai mengikuti dialog 100 ekonom di Hotel Westin, Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, rasio utang pemerintah memang rendah atau berada di bawah 30 persen. Namun, jumlah tersebut membengkak setelah ditotal dengan utang BUMN dan swasta.
 
Dari total USD393,5 miliar ULN Indonesia, sebanyak USD196,3 miliar merupakan ULN publik (pemerintah dan bank sentral) dan sebesar USD197,2 miliar merupakan ULN swasta (termasuk BUMN).
 
"Kemenkeu merasa rasio masih rendah. Coba lihat utang BUMN, besar lho, itu kan sama saja ditanggung pemerintah," ketus dia.
 
Sementara itu, Kepala Kajian Makro LPEM Universitas Indonesia Febrio Kacaribu mengatakan besarnya porsi surat utang negara yang dipegang oleh asing merupakan risiko paling besar. Sebab sebanyak 40 persen utang pemerintah yang dikeluarkan dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) dipegang asing.
 
"Yang menjadi risiko adalah besarnya porsi surat utang negara yang dipegang oleh asing di sekitar 40 persen. Ini tergolong tertinggi di antara negara-negara berkembang yang besar," kata Febrio saat dihubungi Medcom.id.
 
Namun demikian, angka tersebut dinilai masih cukup aman bagi negara berkembang sebab porsi utang masih relatif rendah lantaran rasio utang terhadap PDB masih berada di bawah 60 persen.
 
Adapun posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2019 tercatat sebesar USD126,4 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2019 yang mencapai USD125,9 miliar.
 
Bank Indonesia (BI) menyebutkan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif