Ekonomi Indonesia. Foto ; MI.
Ekonomi Indonesia. Foto ; MI.

Proyeksi Ekonomi 2022 Dibayangi Perkembangan Covid-19

Ekonomi Kementerian Keuangan Ekonomi Indonesia pandemi covid-19 corona di indonesia Varian Omicron
Eko Nordiansyah • 26 Januari 2022 12:20
Jakarta: Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan perekonomian global turun ke level 4,4 persen di 2022 dan 3,8 persen di 2023 sebagaimana dalam Laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Januari 2022. Proyeksi ini mengalami penurunan minus 0,5 percentage points dibandingkan dengan proyeksi WEO pada Oktober 2021.
 
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan penurunan proyeksi IMF dipengaruhi antara lain kemunculan varian Omicron, kenaikan harga energi dan disrupsi suplai yang mendorong lonjakan inflasi, serta adanya kebijakan pengetatan regulasi pada sektor perumahan di Tiongkok.
 
"Beberapa risiko yang perlu diwaspadai ke depan antara lain potensi kemunculan varian baru covid-19, isu disrupsi suplai dan volatilitas harga energi yang memberi ketidakpastian pada tingkat inflasi, risiko pada stabilitas keuangan emerging markets," kata dia dalam keterangan resminya, Rabu, 26 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, normalisasi kebijakan moneter negara maju dengan menaikkan suku bunga, tensi geopolitik yang masih tinggi, dan isu perubahan iklim juga menjadi risiko-risiko yang perlu diwaspadai. Meski begitu, IMF juga memberikan beberapa rekomendasi penguatan kerangka kebijakan yang komprehensif untuk negara-negara.
 
"Yaitu memperkuat kebijakan di sektor kesehatan, termasuk pemerataan vaksin, perubahan kebijakan moneter yang harus didukung dengan komunikasi yang efektif, memperkuat posisi dan kesinambungan fiskal, memperkuat kerja sama internasional, dan melanjutkan reformasi struktural dan kebijakan perubahan iklim," ungkapnya.
 
Penurunan proyeksi ekonomi juga terjadi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) Tiongkok, serta Eropa. Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan turun dari 5,6 persen di 2021, menuju empat persen di 2022, dan 2,6 persen di 2023. Dalam periode yang sama, proyeksi pertumbuhan Tiongkok adalah 8,1 persen, 4,8 persen dan 5,2 persen, sedangkan di Eropa sebesar 5,2 persen, 3,9 persen, dan 2,5 persen.
 
Proyeksi pertumbuhan negara-negara ekonomi baru (emerging markets) utama di 2021 hingga 2023 juga beragam. India diproyeksikan tumbuh tinggi sebesar sembilan persen di 2021 dan 2022, lalu turun menjadi 7,1 persen di 2023. Prospek perekonomian India diperkirakan membaik seiring pertumbuhan kredit yang diperkirakan akan berpengaruh positif pada tingkat investasi dan konsumsi.
 
Sedangkan di Kawasan ASEAN-5, pertumbuhan ekonomi diperkirakan justru berada dalam tren meningkat. Dalam periode 2021-2023, Indonesia diramalkan akan bertumbuh kuat sebesar 3,3 persen, 5,6 persen, dan enam persen, sedangkan Malaysia 3,5 persen 5,7 persen, dan 5,7 persen, Thailand berada pada 1,3 persen, 4,1 persen, 4,7 persen, dan Filipina 4,6 persen, 6,3 persen, dan 4,9 persen.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif