Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Cara Mengelola Cadangan Devisa

Ekonomi cadangan devisa
Desi Angriani • 08 November 2019 20:13
Jakarta: Setiap awal bulan Bank Indonesia (BI) kerap mengumumkan posisi cadangan devisa. Cadangan devisa tersebut bisa berupa dolar Amerika Serikat dan Yen Jepang maupun berupa emas dan surat berharga.
 
Alat pembayaran internasional tersebut berbeda dengan yang beredar di masyarakat, perusahaan, dan perbankan. Pasalnya, bank sentral memiliki otoritas dalam menggunakan dan mengelola cadangan devisa tersebut setiap waktu.
 
BI dapat memanfaatkannya untuk membiayai ketidakseimbangan neraca pembayaran atau menutup kebutuhan valuta asing di pasaran demi menjaga stabilitas moneter.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Valas itu ada dua, ada yang dipegang oleh masyarakat dan ada yang dipegang masyarakat yaitu di bank, di kantong kita. Itu bukan cadangan devisa yang dimaksud sebagai official reserve," kata Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 8 November 2019.
 
Jika merujuk pada laporan Bank Indonesia, posisi terkini cadangan devisa tercatat USD126,7 miliar atau meningkat dibandingkan akhir September lalu yang sebesar USD124,3 miliar.
 
Jumlah itu dinilai setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
 
Maksudnya, jumlah cadangan devisa itu dapat digunakan untuk menutup kebutuhan valuta asing dalam 7,4 bulan tanpa perlu melakukan impor mata uang asing.
 
Sejauh ini, BI menggunakan cadangan devisa untuk memperkuat mata uang rupiah bila dolar berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya. Namun, cadev dipastikan tidak digunakan dalam membayar impor barang dan jasa.
 
"Kalau seandainya kurang, rupiahnya nanti akan melemah dan BI akan intervensi dan ambil lagi dari official reserve. Begitu ada cadangan, kalau kita bicara USD126 miliar itu utamanya kalau cukup enam bulan impor artinya kalau di masyarakat benar-benar sudah habis baru kita perlu untuk impor. Untuk pembayaran impor tidak mengambil dari cadangan devisa, yang harus banyak orang salah mengerti standar hitungnya, " terang Piter.
 
Adapun peningkatan cadangan devisa pada Oktober 2019 terutama dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah, penerimaan devisa migas, dan penerimaan valas lainnya.
 
Bank sentral pun menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Bahkan cadangan devisa diyakini tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif