Menkeu Sri Mulyan. Foto : MI/SUSANTO.
Menkeu Sri Mulyan. Foto : MI/SUSANTO.

Jika Dipaksakan Kinerja BUMN akan Hancur

Ekonomi sri mulyani
Desi Angriani • 02 Desember 2019 21:12
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan BUMN akan semakin hancur bila kinerjanya terus ditekan. Perusahaan pelat merah itu harus sehat lantaran berfungsi sebagai alat pembangunan nasional.
 
"Kalau semakin di-push mereka akan hancur, kalau sebagai alat pembanguan BUMN harus sehat sama seperti APBN sebagai alat instrumen negara," ujar Ani sapaannya dalam rapat kerja bersama Komisi XI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.
 
Menurutnya, BUMN memiliki kapasitas yang sama layaknya APBN. Keduanya harus mampu menjaga titik keseimbangan antara misi pembangunan dengan kredibilitas neraca dan laporan keuangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena mereka sebagai entitas tentu selalu tetap terjaga sustanaibilitas agar misi pembangunan tetap berjalan terus," ungkap dia.
 
Lebih lanjut, pemerintah akan memberikan suntikan modal bagi BUMN yang masih memungkinkan untuk meningkatkan leverage-nya seperti PT Pelabuhan Indonesia IV, PT Angkasa Pura II, dan PT ASDP Indonesia Ferry, PT Krakatau Steel, PT Industri Kapal Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara III.
 
"Yang memang perlu untuk diperkuat dalam bentuk penguatannya dan bagaimana misi pembanguannya tetap bisa dijalankan secara lebih akuntabel," pungkas dia.
 
Adapun BUMN yang masuk kategori lampu merah antara lain; PT Hutama Karya, PT Jasa Marga, dan PT Djakarta Lloyd. Bila merujuk pada metode Z-SCORE, BUMN Konstruksi, Infrastruktur, Perumahan, Pariwisata, Transportasi, Tambang dan Energi masih masuk kategori aman.
 
Sementara itu, tujuh yang sudah mencatatkan kerugian ialah PT Dok Kodja Bahari, PT Sang Hyang Seri, PT PAL, PT DI, PT Pertani, Perum Bulog, dan PT Krakatau Steel. Namun, pemerintah hanya akan mengalokasikan dana sebesar Rp17,7 triliun untuk tujuh BUMN dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yakni PT SMF, PT Hutama Karya, PNM, PT Geo Dipa Energi, PLN, PT PANN, dan PT BPUI.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif