Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. (FOTO: MI/Pius)
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. (FOTO: MI/Pius)

Pengamat: Data Prabowo Cenderung Sesat

Ekonomi ekonomi indonesia
Desi Angriani • 28 Desember 2018 19:19
Jakarta: Pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyejajarkan Indonesia dengan negara-negara miskin di Benua Afrika dianggap sesat. Ketum Partai Gerindra ini dinilai tidak menggunakan indikator dan data yang valid.
 
"Ini cenderung menyesatkan. Saya berharap ekonom-ekonom penasihat beliau bisa lebih mengarahkan untuk menggunakan data yang sudah tersedia sangat umum seperti misalnya data-data dari World Bank," ujar Kepala Kajian Makro LPEM UI Febrio Kacaribu saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 28 Desember 2018.
 
Febrio menuturkan berdasarkan angka Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita, Indonesia berada di angka USD3.846 pada 2017. Sementara, Rwanda, Sierra Leone, dan Chad berada lima kali lipat di bawah Indonesia, yakni masing-masing USD750, USD500, dan USD670 pada 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain data, bahkan Prabowo juga salah dalam mengelompokkan negara-negara di dunia. Febrio bilang Haiti tidak terletak di Benua Afrika melainkan di Karibia, sedangkan Kiribati berada di Oceania.
 
"Ingat Haiti dan Kiribati bukan di Afrika melainkan di Karibia dan Oceania," imbuh dia.
 
Peneliti Institute Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menambahkan Prabowo semestinya membandingkan Indonesia dengan negara-negara berkembang. Bahkan dari sisi demografi, Indonesia terlalu jomplang jika dibandingkan dengan negara-negara miskin di Afrika Selatan.
 
"Biasanya Indonesia komparasinya dengan negara G20 atau negara berkembang. Seharusnya dalam membandingkan kondisi ekonomi antar-negara indikator yang dipakai harus jelas," kata Bhima saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 28 Desember 2018.
 
Ia menambahkan berdasarkan laporan Bank Dunia bertajuk Poverty and Shared Prosperity 2018, tingkat kemiskinan Indonesia hanya sebesar 7,2 persen atau belasan kali lipat di bawah negara-negara Afrika Selatan. Tercatat tingkat kemiskinan Rwanda mencapai 51,5 persen, Sub Sahara Frika 41,1 persen dan Afrika Selatan 18,9 persen.
 
"Artinya kurang apple to apple membandingkan Indonesia dan negara di Afrika," tegas Bhima.
 
Prabowo sebelumnya menyebut Indonesia saat ini setingkat dengan sejumlah negara miskin di Benua Afrika. Hal itu ia sampaikan di hadapan ribuan jemaah Majelis Tafsir Alquran (MTA) di Solo, Minggu, 24 Desember 2018.
 
"Kita (Indonesia) setingkat dengan negara miskin di Benua Afrika, ada Rwanda, Haiti, dan pulau-pulau kecil Kiribati," ucap Prabowo.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif