Kontribusi APBN bagi Perekonomian dalam 4 Tahun Semakin Baik
Illustrasi. MI/Atet Dwi Pramadia.
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut kontribusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam empat tahun terakhir semakin baik. Bahkan peran APBN dalam mendukung kinerja perekonomian Indonesia semakin kuat.

"Kenapa? Kita bisa dukung pembelanjaan yang semakin baik dan berkualitas," kata Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018.

Selain itu, defisit APBN dalam empat tahun terakhir juga lebih rendah didukung keseimbangan primer yang mendekati nol. Di sisi lain utang pemerintah juga terkendali, dengan berada di level 30 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun Askolani mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dievaluasi oleh pemerintah. Salah satunya bagaimana meningkatkan penerimaan pajak, serta menurunkan keseimbangan primer yang hingga September lalu hanya Rp2,4 triliun.

"Keseimbangan primer Insya Allah jangka menengah mendekati nol. Coba keseimbangan primer di APBN Rp80 triliun negatif, sekarang positif. Sekarang lebih bagus, tapi ada yang masih keatas dan kebawah namanya dinamika," jelas dia.

Dirinya menambahkan, pemerintah juga akan meningkatkan pembangunan dengan kualitas pembangunan yang semakin baik. Oleh karena itu, pemerintah tidak akan tinggal diam dan berpuas diri untuk terus menggunakan APBN demi mencapai pembangunan.

"Intinya membawa manusia Indonesia lebih berkualitas ke depan, menghadapi tantangan IT, pengelolaan fiskal stabil, monetery prudent. Makanya kita lima tahun lalu jadi contoh, kita bisa positif pada saat yang lain krisis negara-negara G20," pungkasnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id