Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Ekonomi Dunia Gloomy Penyebab Ekspor RI Keok

Ekonomi neraca perdagangan indonesia ekonomi dunia ekspor-impor
Suci Sedya Utami • 15 Februari 2019 15:00
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan ekspor pada Januari 2019. Ekspor turun 3,24 persen dibanding Desember 2018 menjadi sebesar USD13,87 miliar dan turun 4,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD14,53 miliar.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan tersebut terjadi karena perekonomian global yang masih tidak menentu terutama ke Tiongkok yang ekonominya diprediksi melambat. Serta masih fluktuatifnya harga komoditas dunia bahkan cenderung mengalami penurunan sehingga berpengaruh pada ekspor Indonesia.
 
"Ekspor kita alami penurunan yang cukup dalam. Saya akui memang tidak mudah karena perekonomian global agak gloomy," kata Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penurunan ekspor Januari tahun ini dibanding Desember 2018 disebabkan oleh menurunnya ekapor migas 29,30 persen dari USD1,75 miliar menjadi USD1,22 miliar. Ekspor migas menurun di semua komponen yakni hasil minyak turun 28,76 persen menjadi USD75,1 juta, minyak mentah turun 77,25 persen menjadi USD72,1 juta, dan gas turun 17,77 persen menjadi USD1,18 miliar.
 
Sementara untuk ekspor nonmigas mengalami sedikit peningkatan 0,38 persen dari USD12,58 miliar menjadi USD12,63 miliar. Suhariyanto mengatakan beberapa komoditas nonmigas mengalami peningkatan harga dari Desember ke Januari antara lain minyak kelapa sawit, karet, nikel, dan timah, karet. Sebaliknya komoditas yang penurunan harga batu bara, tembaga, alumunium dan seng.
 
Jika dilihat dari barangnya, peningkatan ekspor terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar USD80,3 juta dan yang mengalami penurunan paling besar adalah mesin-mesin pesawat mekanik USD27,1 juta.
 
"Selama Januari 2019, ekspor dari 10 golongan barang HS 2 digit memberikan kontribusi 44,26 persen terhadap total ekspor nonmigas," jelas dia.
 
Adapun ekspor nonmigas mengalami penurunan ke beberapa negara di antaranya ke Singapura sebesar USD199,8 juta, ke Malaysia USS132,4 juta dan India USD100 juta. Sedangkan ke Thailand, Filipina dan Spanyol mengalami peningkatan masing-masing USD113,3 juta, USD74,6 juta dan Spanyol USD68,6 juta.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif