BI Perkirakan Ekonomi 2019 Lebih Rendah dari Proyeksi

Eko Nordiansyah 18 November 2018 10:54 WIB
ekonomi indonesia
BI Perkirakan Ekonomi 2019 Lebih Rendah dari Proyeksi
Ilustrasi Bank Indonesia (BI) MI/Usman Iskandar.
Solo: Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi 2019 akan tumbuh di bawah dari proyeksi sebelumnya. Tahun depan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya, yaitu 5,1-5,5 persen.

"Kita potong outlook untuk 2019 ke kisaran yang lebih rendah. Dan BI akan merevisi kisaran ini tetapi masih dalam rentang yang tidak terlalu jauh," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 17 November 2018.

Meski begitu, Dody enggan membocorkan berapa proyeksi yang akan dipasang BI untuk ekonomi tahun depan. Pasalnya pengumuman akan disampaikan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia akhir bulan ini.

Dirinya menambahkan, kondisi pertumbuhan ekonomi 2019 akan dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga BI. Sepanjang tahun ini saja, bank sentral sudah 175 basis poin (bps) menaikan BI 7 day reverse repo rate menjadi enam persen.

"Memang ke depan kalau suku bunga meningkat pasti akan mempengaruhi investasi dan impor. Defisit trade balance akan berkurang seiring investasi yang berkurang. Current account masih perlu dibantu, BI masuk dengan kebijakan suku bunga untuk meredam domestic demand," jelas dia.

Di sisi lain, BI juga tetap akan memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah memberikan keleluasaan bagi bank untuk mengelola likuiditasnya dengan mengubah kewajiban rasio rata-rata Giro Wajib Minimum (GWM) menjadi tiga persen.

"Kita tidak melepas pertumbuhan, tetapi dalam satu pilihan kalau mandat utama kami terhalangi maka stabilitas menjadi kata kuncinya. Stability overriding growth. Namun jangan sampai momentum pertumbuhan terganggu," pungkasnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id