Presiden Joko Widodo. Foto : MI/RAMDANI.
Presiden Joko Widodo. Foto : MI/RAMDANI.

Jokowi Incar Perjanjian Perdagangan dengan Negara ASEAN+6

Ekonomi ekonomi indonesia
Desi Angriani • 30 Oktober 2019 16:01
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengincar perjanjian perdagangan dengan sejumlah negara ASEAN+6 sebelum 2021. Hal ini dilakukan untuk menghadapi badai resesi ekonomi pada tahun depan.
 
"Harus diteruskan ke negara lain (perjanjian perdagangan) dan paling penting harus diselesaikan akhir 2020," kata Jokowi memimpin rapata terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 20 Oktober 2019.
 
Jokowi mengungkapkan Indonesia baru memiliki sedikit perjanjian perdagangan internasional seperti Indonesia-Australia CEPA. Karenanya, perjanjian perdagangan harus diperluas hingga ke negara yang tergabung dalam The Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) serta six FTA partners seperti India, China, Korsel, Jepang, Australia, dan New Zealand.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya sampaikan secara khusus bahwa perjanjian perdagangan harus kita lakukan secara terus menerus tanpa henti," ungkap dia.
 
Menurutnya, perjanjian perdagangan penting demi meningkatkan ekpor yang tengah melesu. Di samping mendorong investasi dengan memangkas berbagai regulasi perizinan. "Peningkatan ekspor dan invetasi jadi kunci kegiatan kita di bidang ekonomi," tambahnya.
 
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun menginstruksikan kementerian terkait segera merampungkan konsep omnibus law perizinan berusaha dengan mengamandemen 74 Undang-Undang. Konsep ini dipercaya mendorong perbaikan iklim investasi dalam jangka pendek.
 
"Segera diidentifikasi, kita pangkas sehingga ekspor dan investasi bisa dilakukan dengan cepat," pungkas Jokowi.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif