Direktur Eksekutif CITA Yustinus Prastowo (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Direktur Eksekutif CITA Yustinus Prastowo (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Pemerintah Harus Konsisten Jalankan PMK Cukai Tembakau

Ekonomi tembakau cukai tembakau
Ade Hapsari Lestarini • 23 Juni 2018 15:51
Jakarta: Pemerintah diimbau konsisten dalam menjalankan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146 Tahun 2017 Tentang Tarif Cukai Tembakau hingga 2021. Bahkan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diharapkan tidak berubah sikap lantaran PMK 146/2017 sudah sangat baik untuk mengatur layer tarif cukai rokok.
 
"Kalau kebijakan fiskal ini tidak ada masalah dan hal yang baik harus diteruskan. Kebijakan ini benar-benar mengatur supaya ada kepastian negara bisa mendapat uang dan dapat dihitung pelaku bisnis juga," kata Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Anaysis (CITA) Yustinus Prastowo, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 23 Juni 2018.
 
Menurut Yustinus adanya PMK 146/2017 semakin memberikan kepastian usaha bagi para pelaku usaha dalam 4-5 tahun ke depan. "Sekarang tinggal dilihat saja kenaikan biasanya 10 persen dan ini bisa diprediksikan volumenya. Bisa diukur kan jadi penerimannya karena sudah dapat diramalkan sejak awal," ucapnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



 
Anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Andreas Eddy Susetyo menambahkan konsistensi dari pemerintah sangat penting. "Itu (PMK 146/2017) salah satu pendekatan yang dilakukan. Yang kita harapkan konsistensi dari kebijakan itu," katanya.
 
Kepala Sub Direktorat Tarif Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sunaryo sebelumnya mengatakan instansinya akan mengawal pelaksanaan dari beleid tersebut. "PMK 146/2017 bukan dibuat tanpa alasan, ada penelitian survei dan banyak hal lainnya. Semua aturan dibuat dengan kajian, jadi harus jalan," kata Sunaryo.
 
Sependapat dengan Yustinus, Sunaryo melanjutkan, PMK 146/2017 membuat kepastian usaha semakin lebih jelas. "Kami melihat bahwa dengan penyederhanaan itu, yang mana di level II memang di situ bermainnya. Persaingan di situ, ya, harus dia saja. Pabrik yang memang bersaing di atas, ya, di atas jangan di bawah seperti itu," pungkasnya.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif