BKPM Tawarkan Proyek Infrastruktur Senilai USD13,1 Miliar ke Tiongkok

Angga Bratadharma 11 Agustus 2018 14:03 WIB
pertumbuhan ekonomiinfrastrukturekonomi indonesia
BKPM Tawarkan Proyek Infrastruktur Senilai USD13,1 Miliar ke Tiongkok
Gedung BKPM (Foto: Setkab)
Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah melaksanakan Market Sounding proyek-proyek infrastruktur skema KPBU di Shanghai dan Beijing. Kegiatan itu tentunya bekerja sama dengan KJRI Shanghai dan KBRI Beijing serta didukung oleh China Export Credit Insurance Corporation (Sinosure).

Tiongkok dipilih dengan pertimbangan tingginya minat dari para pelaku bisnis Tiongkok di bidang infrastruktur. Investor yang berminat sebagian besar merupakan perusahaan global yang telah mengembangkan bisnisnya di banyak negara karena keunggulan teknologi yang dimiliki serta kemampuan keuangan yang besar.

Dalam Market Sounding ini, delegasi Indonesia dipimpin oleh Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba P Hutapea dan beranggotakan pejabat dari BP Batam, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Sekretariat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

Selain itu, juga beranggotakan beberapa perusahaan pengelola kawasan industri yang menawarkan proyek-proyek infrastruktur pendukung kawasan industri di samping lokasi kawasan industri itu sendiri. Kegiatan ini diharapkan bisa menarik investasi ke Tanah Air dan nantinya memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi.



Total nilai investasi dari proyek-proyek infrastruktur yang ditawarkan mencapai USD13,1 miliar di antaranya adalah proyek perluasan Bandara Hang Nadim, beberapa proyek pembangkit listrik dengan total kapasitas sekitar 1.885 megawatt, beberapa proyek jalan tol di sejumlah daerah, proyek LRT di Kota Batam, dan proyek infrastruktur pariwisata Kawasan Danau Toba.

Selain itu, ada proyek perluasan Bandara Labuan Bajo. Di samping itu, juga disampaikan secara umum peluang investasi infrastruktur di Kawasan Industri Terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur, CFLD Industrial Park di Tangerang, Banten dan Cikarang Jawa Barat, serta sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tamba P Hutapea menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dalam upaya untuk menyediakan infrastruktur. Pemerintah Indonesia memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada pihak swasta dari dalam maupun luar negeri untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur skema KPBU.

"Hal itu karena adanya dukungan dan penjaminan dari pemerintah," ujar Tamba P Hutapea, seperti dikutip dari keterangan resminya yang dterima Medcom, di Jakarta, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Dalam acara tersebut, Duta Besar RI untuk RRT Djauhari Oratmangun mengajak investor Tiongkok untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. Menurutnya Indonesia diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat rating dunia sebagai tempat yang aman untuk berinvestasi dan memiliki potensi pasar yang besar.

"Investor Tiongkok dapat memanfaatkan peluang investasi di bidang infrastuktur yang didorong oleh Pemerintah Indonesia khususnya skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)," pungkasnya.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id