Ilustrasi dana pemerintah daerah di perbankan - - Foto: MI/ Ramdani
Ilustrasi dana pemerintah daerah di perbankan - - Foto: MI/ Ramdani

Anggaran Pemda di Perbankan Capai Rp190 Triliun hingga Akhir Juni 2021

Ekonomi Perbankan pelanggaran imigrasi Kementerian Keuangan apbd Pemerintah Daerah
Eko Nordiansyah • 22 Juli 2021 10:28
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat simpanan dana pemerintah daerah (pemda) di perbankan pada akhir Juni 2021 kembali meningkat. Hingga akhir bulan lalu tercatat sebesar Rp190 triliun atau naik dari Mei 2021 yang Rp172 triliun.
 
"Sampai akhir Juni naik lagi, bulan (Mei) kemarin Rp172 triliun dan sekarang sampai akhir Juni Rp190 triliun," kata Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti dalam video conference yang dikutip Kamis, 22 Juli 2021.
 
Meski naik dari bulan sebelumnya, Prima menyebut simpanan dana pemda yang tertahan di perbankan ini lebih rendah dibandingkan Juni tahun lalu. Pasalnya hingga akhir Juni 2020, dana APBD milik pemda yang ada di bank mencapai Rp196 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Januari 2021, jumlah simpanan pemda di perbankan adalah Rp133,5 triliun. Angka ini kemudian meningkat jadi Rp163,95 triliun pada Februari 2021, dan kembali meningkat jadi Rp182,33 triliun di Maret 2021. Lalu pada April naik Rp12,2 triliun atau 6,69 persen.
 
Besarnya dana pemda yang ada di bank ini menandakan rendahnya realisasi belanja APBD oleh pemda. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menyebut realisasi belanja perlindungan sosial dan dukungan ekonomi daerah masih rendah.
 
Hingga 19 Juli 2021, ia menyebut ada 324 daerah yang memiliki realisasi penyerapan hanya 6,2 persen atau hanya Rp764,8 miliar dari alokasi Rp12,31 triliun. Artinya ada 59,8 persen daerah di seluruh Indonesia yang realisasi bansosnya di bawah 15 persen.
 
Ia menambahkan, sebanyak 128 daerah tercatat memiliki realisasi yang sedikit lebih baik yaitu 22,5 persen atau Rp1,54 triliun dari anggaran Rp6,85 triliun. Kemudian 66 daerah yang memiliki realisasi belanja 35,5 persen atau Rp1,99 triliun dari Rp5,62 triliun.
 
"Daerah yang terbaik adalah daerah yang sudah mencairkan diatas 50 persen. Namun jumlahnya hanya 24 daerah atau hanya 4,4 persen, dengan anggaran Rp670,9 miliar dan sudah terpakai Rp410,1 miliar atau 61,1 persen," ungkapnya.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif