Ilustrasi anggaran pembangunan infrastruktur - - Foto: MI/ Panca Syurkani
Ilustrasi anggaran pembangunan infrastruktur - - Foto: MI/ Panca Syurkani

Pemerintah Bangun 880 Proyek Infrastruktur Pakai Dana SBSN Rp29,5 Triliun

Ekonomi infrastruktur Kementerian Keuangan kementerian lembaga surat berharga negara SBSN
Eko Nordiansyah • 26 Januari 2022 17:11
Jakarta: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengalokasikan Rp29,53 triliun dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun ini untuk pembangunan 880 proyek infrastruktur yang tersebar di 11 kementerian/lembaga (K/L) di 34 provinsi.
 
Direktur Jenderal Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan pembiayaan proyek melalui SBSN merupakan sinergi kebijakan antara Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, dan kementerian/lembaga lainnya.
 
"Untuk membiayai proyek-proyek atau kegiatan prioritas dengan menggunakan dana yang bersumber dari pasar keuangan melalui instrumen Surat Berharga Negara yang berbasis syariah yang diterbitkan oleh pemerintah sejak 2008," katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Adapun proyek infrastruktur yang dibangun menggunakan dana SBSN tahun ini antara lain 68 proyek infrastruktur transportasi darat, laut, dan udara serta gedung politeknik pada Kementerian Perhubungan. Lalu 153 proyek infrastruktur jalan dan jembatan pada Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. 
 
Selanjutnya, 65 proyek infrastruktur pengendalian banjir dan lahar, pengelolaan bendungan dan embung, pengelolaan irigasi dan drainase utama perkotaan, serta penyediaan air baku pada Ditjen SDA Kementerian PUPR. Satu proyek pembangunan taman nasional dan satu pembangunan SMK Kehutanan di Kementerian LHK.
 
Kemudian 10 proyek embarkasi haji dan 45 proyek pusat pelayanan haji terpadu di Ditjen PHU Kementerian Agama, 20 proyek pembangunan sarana dan fasilitas gedung PTKIN dan 215 madrasah di Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, 135 proyek pembangunan gedung balai nikah dan manasik haji di Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama. 
 
Lalu 25 proyek pembangunan gedung perguruan tinggi dan dua gedung LLDIKTI di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sembilan proyek pembangunan laboratorium dan fasilitas penelitian di BRIN, dan 97 proyek pembangunan perumahan di Kementerian Pertahanan. 
 
Sebanyak 26 proyek pembangunan perumahan di Polri, lima proyek pembangunan fasilitas pertanian di Kementerian Pertanian, satu proyek pembangunan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika di BMKG, serta satu proyek pembangunan fasilitas fitofarmaka dan satu pembangunan SMAK Bogor di Kementerian Perindustrian. 
 
Pada 2021, pemerintah telah selesai melaksanakan pembangunan berbagai proyek infrastruktur melalui SBSN, dengan total Rp29,3 triliun (termasuk proyek lanjutan/luncuran 2020) yang terdiri dari 870 proyek pada 11 K/L dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya adalah Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Negeri Tanah Laut di Kalimantan Selatan.
 
"Dengan nilai Rp100,02 miliar, melengkapi alokasi pembangunan SBSN Proyek tahun sebelumnya sebesar Rp58 miliar. Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Negeri Tanah Laut selesai dilaksanakan dengan baik, dan Politeknik Negeri Tanah Laut merupakan salah satu Satker SBSN Proyek Terbaik Tahun 2021," pungkasnya.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif