Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro  (MI/IMMANUEL ANTONIUS)
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (MI/IMMANUEL ANTONIUS)

Bappenas Ajak Alumni UI Capai Pembangunan Berkelanjutan

Ekonomi pertumbuhan ekonomi bappenas ekonomi indonesia
05 Februari 2019 11:31
Jakarta: Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan untuk menuju Indonesia yang sejahtera dan berkelanjutan diperlukan ketepatan dalam mengidentifikasi permasalahan dan tantangan, serta perumusan strategi kebijakan yang tepat. Tidak kalah penting adalah komitmen dan kolaborasi dari semua pihak, tidak terkecuali dari universitas.
 
"Para alumni Universitas Indonesia (UI) dapat berkiprah di pemerintahan maupun di sektor-sektor yang terkait pemerintah, sehingga dapat berkontribusi terhadap upaya mencapai target atau tujuan pembangunan berkelanjutan," kata Bambang, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 5 Februari 2019.
 
Bambang menekankan pentingnya dukungan universitas dan akademisi agar Indonesia menjadi negara maju. "Dan saya yakin dengan kemampuan akademik para alumni di berbagai bidang, mudah-mudahan kita dapat bersama-sama menjadikan Indonesia yang lebih baik," kata Bambang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam konteks ini, Bambang mengambil contoh tantangan deindustrialisasi, di mana kontribusi sektor manufaktur menurun dari waktu ke waktu, dan penyerapan tenaga kerja sektor manufaktur masih rendah. Untuk itu, perlu ada upaya mendorong implementasi Industri 4.0 dengan merevitalisasi industri pengolahan agar adaptif terhadap perubahan teknologi.
 
"Dengan diimplementasikannya industri 4.0 pertumbuhan PDB riil meningkat 1-2 persen dari baseline 2018-2030 per tahunnya, lapangan pekerjaan meningkat sekitar 10 juta dari kondisi saat ini pada 2030, serta kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB menjadi 25 persen pada 2030," tukasnya.
 
Sebelumnya, pemerintah telah menjalankan kebijakan strategis di sektor industri guna memperkuat perekonomian nasional. Adapun strategi itu meliputi peningkatan produktivitas dan daya saing, menggenjot nilai ekspor produk manufaktur, dan penguatan atau pendalaman struktur industri.
 
"Langkah yang berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0 tersebut kami yakini akan dapat mendongkrak PDB secara umum, kontribusi manufaktur dan kesempatan kerja," tutur Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.
 
Pertumbuhan PDB ditargetkan menyentuh hingga dua persen dengan program ini. Tak hanya itu, lebih dari 10 juta lapangan kerja tambahan pun akan terbuka. Lima sektor kini telah menjadi pionir dalam penerapan industri 4.0 yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif