Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Indonesia Diminta Waspada

Kautsar Widya Prabowo 02 Juli 2018 23:12 WIB
ekonomi indonesia
Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Indonesia Diminta Waspada
Menteri Keuangan Sri Mulyani. MI/Susanto.
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan Indonesia perlu mewaspadai dampak dari adanya perang dagang Amerika Serikat dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), terutama dalam sektor perdagangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan konflik yang berkepanjangan akan menimbulkan dampak dari sisi moneter, seperti normalisasi kebijakan perdagangan.

"Indonesia perlu mewaspadai bahwa terjadi suatu dinamika yang sangat tinggi antara negara-negara barat dengan RRT dampaknya memberikan spillover," ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Juli 2018.
 
Ia menambahkan, untuk meminalisir dampak permasalahan tersebut pemerintah Indonesia melakukan bauran pada kebijakan fiskal, moneter serta sektor riil. Seperti halnya dengan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen.

"Yang kami lakukan di fiskal melalui insentif dengan pajak maupun dari sisi belanja, tujuannya untuk mengurangi tekanan yang terjadi dalam perekonomian kita," tambahnya.

Lebih lanjut mantan Direktur Bank Dunia menjelaskan dengan adanya gejolak tersebut dapat menyebabkan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Supaya tidak sampai memberikan dampak terlalu besar kita melakukan  beberapa relaksasi dan kita review berulang karena yang melakukan policy-nya itu di luar dan berada di luar kontrol kita," imbuhnya.

Dia meminta Kementerian Ekonomi, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan fokus untuk menjaga stabilitas, agar guncangan yang ditimbulkannya dari konflik tersebut tidak teras pada internal Indonesia.

"Dengan membuat fokus kepada stabilitas dari fundamental,fondasinya akan tetap baik. Ini dilakukan untuk menciptakan satu fleksibilitas," pungkasnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id