Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kemenkeu

Sri Mulyani Ingin Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Baru Sejalan dengan Pemulihan Ekonomi

Eko Nordiansyah • 09 Januari 2022 14:37
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ingin pembangunan infrastruktur ibu kota baru sejalan dengan pemulihan ekonomi ekonomi nasional. Pasalnya, kedua agenda prioritas pemerintah tersebut akan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 
"2022, Presiden menetapkan bahwa kondisi penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi tetap jadi prioritas. Dalam APBN 2023 nanti adalah pemulihan ekonomi dan konsolidasi APBN," katanya dalam keterangan resminya, Minggu, 9 Januari 2022.
 
Menurutnya, APBN harus dijaga dengan sangat hati-hati lantaran sangat penting untuk penanganan covid, pemulihan ekonomi, perlindungan sosial hingga mengantisipasi gejolak global. Termasuk membangun infrastruktur dasar di ibu kota baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini faktor yang akan mendominasi rancangan APBN kita di 2022, dengan mengantisipasi Undang-undang IKN, terutama 2023 dan 2024, seperti untuk Pemilu. Jadi seluruhnya diseimbangkan," ungkapnya.

Pembiayaan infrastruktur manfaatkan sukuk negara

Pemerintah juga memanfaatkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai sumber pembiayaan dalam percepatan pembangunan sekaligus mendorong pengembangan pasar keuangan syariah dalam negeri. Penerbitan Project Based SBSN/Sukuk Negara untuk membiayai langsung pembangunan proyek-proyek Pemerintah (earmarked) telah dilakukan sejak 2013.
 
Total pembiayaan proyek SBSN sampai 2022 mencapai Rp175,38 triliun dengan jumlah proyeknya lebih dari 4.247 proyek yang tersebar di seluruh provinsi. Alokasi terbesar dari SBSN digunakan untuk proyek pembangunan infrastruktur transportasi, jalan-jembatan, dan sumber daya air yang jumlahnya mencapai Rp144,26 triliun 82,25 persen.

 
"Hari ini yang diresmikan adalah aset dalam bentuk jembatan yang ada dibelakang kita yang nilainya Rp1,43 triliun yang dibangun sejak 2015 sampai dengan 2021 ini. Dengan adanya penanda aset ini diharapkan dapat menjadi showcase bagi masyarakat yang selama ini membeli SBSN berarti ikut membangun Indonesia termasuk ikut membangun jembatan ini," jelas dia.
 
Sri Mulyani Ingin Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Baru Sejalan dengan Pemulihan Ekonomi
Ilustrasi penawaran investasi menggunakan sukuk negara - - Foto: dok BSM
 
Jembatan Pulau Balang merupakan salah satu proyek yang dibiayai dari SBSN, yang juga berfungsi sebagai penghubung transportasi darat dari kota Balikpapan ke lokasi IKN di Penajam Paser Utara, yang mana pembiayaannya dilakukan secara Multi Year Contract (MYC) sejak 2015-2021, dengan total alokasi yang digunakan sebesar Rp1,43 triliun.
 
Secara umum perkembangan SBSN sebagai salah satu sumber dana APBN cukup menggembirakan. Di tengah situasi pandemi covid-19, realisasi pembiayaan proyek melalui SBS 2021 dinilai masih cukup baik yaitu sebesar 85,52 persen. Selanjutnya, sisa pekerjaan seluruh proyek tersebut akan dilanjutkan penyelesaiannya dengan fasilitas lanjutan/luncuran pada 2022.
 
"SBSN ini ke depan dapat menjadi salah satu pilar utama instrumen APBN untuk pembangunan nasional, dan sekaligus juga menjadi instrumen utama di pasar keuangan nasional. Sehingga bersamaan dengan upaya percepatan pembangunan infrastruktur, juga akan sekaligus dapat mengembangkan perekonomian keuangan syariah di Tanah Air," pungkasnya.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif