Kepala BPS Suhariyanto. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Kepala BPS Suhariyanto. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

BPS Catat Inflasi Selama Ramadan 0,68%

Ekonomi inflasi bps
Ilham wibowo • 10 Juni 2019 12:11
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi mencapai 0,68 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 137,40 selama Ramadan atau secara bulanan pada Mei 2019. Nilai tersebut disumbang dari 81 dari 82 kota yang dipantau.
 
"Perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2019 secara umum menunjukkan adanya kenaikan, hasil pemantauan BPS di 82 kota terjadi inflasi 0,68 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto di Gedung 3 BPS Jalan dr. Sutomo, Jakarta Pusat, Senin, 10 Juni 2019.
 
Secara tahun kalender mulai Januari hingga Mei 2019 inflasi tercatat mencapai 1,48 persen. Sementara inflasi tahun ke tahun yakni Mei 2018 terhadap Mei 2019 tercatat mencapai 3,32 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari 81 wilayah yang dipantau mengalami inflasi, Kota Tual menjadi daerah yang inflasinya tertinggi sebesar 2,81 persen dengan IHK sebesar 159,00. Sementara itu, hanya Kota Merauke yang tercatat mengalami deflasi sebesar 0,49 persen dengan IHK sebesar 139,44.
 
"Angka inflasi ini masih berada di bawah target 3,5 persen sehingga bisa disimpulkan inflasi Mei ini masih terkendali," ujarnya.
 
Tingkat inflasi Mei 2019 juga terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran. Kelompok bahan makanan menjadi penyumbang inflasi tertinggi sebesar 2,02 persen serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,56 persen.
 
"Saya pikir ini wajar wajar saja karena Ramadan, pada bulan selanjutnya inflasi akan menurun karena permintaan juga akan menurun," tuturnya.
 
Selain itu ada pula kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar juga menyumbang inflasi 0,06 persen; kelompok sandang sebesar 0,45 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,18 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen. Selanjutnya kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan tercatat memberikan andil cukup tinggi sebesar 0,54 persen.
 
Suhariyanto menyebut Ramadan yang mulai pada awal Mei 2019 cenderung mendorong tingkat inflasi yang lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. Namun demikian, tingkat inflasi diyakini akan menurun pada Juni 2019.
 
"Karena puasa terjadi mulai awal bulan, kenaikan harga di minggu pertama Ramadan dan minggu terakhir Ramadan, kita berharap inflasi Juni jauh lebih rendah," ungkapnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif