Sampai Kapan Rupiah Bergejolak?
Ilustrasi. (Foto: Antara/Akbar Nugroho).
Jakarta: Pergerakan mata uang rupiah kembali melemah meski bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga.

Pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah mengalami pelemahan. Data Bloomberg menyebutkan, rupiah tersungkur tujuh poin dari Rp13.938 per USD pada pembukaan ke Rp13.945 pe USD. Sementara data Yahoo Finance menyebutkan rupiah melorot dua poin dari Rp13.933 per USD di pembukaan ke Rp13.935 per USD. Lantas sampai kapan gejolak rupiah ini akan terjadi?

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianisngsih mengatakan apabila dilihat berdasarkan faktor dalam negeri, maka gejolak rupiah akan berakhir selepas semester pertama.

"Kebutuhan dolar setelah Juni akan mereda karena pembayaran dividen dan sebagainya memang tingginya di kuartal dua, ini dari sisi dalam negeri," kata Lana saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 4 Mei 2018.

Lana mengimbau setelah Juni, bagi perusahaan yang selama ini memiliki dolar berlebih agar menyimpannya di Bank Indonesia sebagai langkah hedging atau antisipasi ketika ada gejolak kembali.

Sementara, apabila melihat masih ada faktor eksternal yang mempengaruhi, Lana tak bisa memastikan sampai sejauh mana mata uang garuda akan bergerak melemah, sebab, ketidakpastian global saat ini masih terjadi seperti perang dagang antara AS dan Tiongkok, serta juga rencana bank sentral AS menaikkan suku bunga.

"Kalau dari eksternal enggak tahu, AS-Tiongkok kan masih berlanjut, Fed juga masih berlanjut," jelas dia.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360