Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto - - Foto: Medcom.id/ Suci Sedya
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto - - Foto: Medcom.id/ Suci Sedya

Ekonomi RI 2019 Tumbuh 5,02% Akibat Kontraksi Akhir Tahun

Ekonomi pertumbuhan ekonomi bps ekonomi indonesia
Suci Sedya Utami • 05 Februari 2020 12:23
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal empat 2019 sebesar 4,97 persen. Angka tersebut membuat ekonomi Indonesia sepanjang 2019 hanya tumbuh sebesar 5,02 persen.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pertumbuhan ekonomi di kuartal empat tahun lalu mengalami kontraksi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan sebesar 1,74 persen dari kuartal tiga 2019 yang sebesar 5,02 persen.
 
Kontraksi juga terjadi jika dibandingkan dengan kuartal yang sama dua tahun sebelumnya. Di kuartal empat 2018 dan 2017, ekonomi tumbuh masing 5,18 persen dan 5,19 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pergerakan ekonomi kuartal ke kuartal, di kuartal empat 2019 yang tumbuh 4,97 persen memang lebih lambat dibanding kuartal empat 2018 dan 2017, tapi sedikit di atas kuartal empat 2016 yang sebesar 4,94 persen," kata Suhariyanto dalam jumpa pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Menurutnya menjaga pertumbuhan ekonomi di level 5 persen tidak mudah jika dibandingkan negara lainnya. Angka tersebut cukup menunjukkan fundamental ekonomi RI ditengah perlambatan ekonomi dunia.
 
"Mempertahankan lima persen pada saat sekarang tidaklah gampang, saya pikir 5,02 persen dengan situasi menuju pelemahan ini cukup baik," jelas Suhariyanto.
 
Adapun pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir. Di antaranya pada 2014 ekonomi RI tumbuh 5,01 persen, di 2015 turun menjadi 4,88 persen. Pada 2016 ekonomi kembali merangkak di angka 5,03 persen, lalu tumbuh tipis sebesar 5,07 di 2017 dan kembali naik di 2018 sebesar 5,17 persen.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif