5 Pekerjaan Rumah Gubernur BI yang Baru

Desi Angriani 24 Mei 2018 13:57 WIB
bank indonesia
5 Pekerjaan Rumah Gubernur BI yang Baru
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Jakarta: Perry Warjiyo resmi menjabat Gubernur Bank Indonesia menggantikan Agus Martowardojo. Sejumlah pekerjaan rumah pun siap menanti Perry hingga periode 2023.

Peneliti Institute Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira membeberkan sedikitnya lima pekerjaan rumah yang ditinggalkan Agus untuk Perry.

Pertama, bank sentral masih dihadapkan pada persoalan stabilisasi nilai tukar rupiah. Upaya menyesuaikan suku bunga acuan dinilai cukup terlambat karena sejak awal tahun mata uang Garuda sudah melemah -4,62 persen (ytd).

"Sebagai langkah strategis BI bisa konsisten menerapkan intervensi cadangan devisa mewajibkan eksportir untuk menahan devisa hasil eskpor minimum enam bulan di bank domestik. Dan jika rupiah melemah hingga Juni serta ruang kenaikan bunga acuan masih memungkinkan, BI bisa naikan 25 bps lagi," ujar Bhima kepada Medcom.id di Jakarta, Kamis, 24 Mei 2018.

Kedua, menjaga inflasi tetap rendah dengan berbagai bauran kebijakan serta koordinasi lintas stakeholder. Selanjutnya, Perry harus mampu menjaga fungsi BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebagai contoh BI perlu merelaksasi loan to value agar pertumbuhan kredit naik, industri naik dan perekonomian bisa tumbuh diatas 5,1 persen. "Tidak sekadar bermain aman dengan utak-atik instrumen moneter agar stabilitas keuangan terjaga, namun juga harus pro growth policy," tutur Bhima.

Pekerjaan rumah keempat yakni mempermudah perizinan fintech e-payment. Pasalnya banyak pelaku fintech dalam sistem pembayaran seperti e-money, e-wallet mengeluhkan biaya dan proses pengajuan izin di regulator.

"Pak Perry harus jadi Gubernur BI berjiwa milenial yang paham perubahan teknologi keuangan," imbuh dia.

Terakhir, menjaga sistem pembayaran tetap aman dan efisien. Salah satunya mengukur kemampuan perusahaan switching dalam melindungi data dan keamanan transaksi nasabah bank.

"Jangan sampai masyarakat dan bank dipersulit dalam penukaran kartu debit/kredit lama dengan kartu berlogo GPN," pungkasnya.

 



(AHL)